nyingmavolunteer – Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk tahun 1447 H/2026 M. Pendaftaran PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi tingkat daerah ini dibuka mulai 22 November 2025. Seleksi akan berlangsung serentak di kantor Kemenhaj seluruh Indonesia dengan prinsip transparan dan akuntabel.
Proses seleksi tingkat kabupaten/kota berlangsung dari 22 hingga 28 November 2025. Peserta harus mengirimkan dokumen paling lambat 28 November pukul 23.59 WIB. Operator Siskohat Kemenag Kabupaten/Kota akan memverifikasi dokumen hingga 2 Desember. Computer Assisted Test (CAT) tahap pertama dilaksanakan 4 Desember pukul 09.00 WIB, dengan pengumuman hasil pada 5 Desember pukul 16.00 WIB.
“Baca Juga: Kades Nonaktif Brebes Buron 2 Tahun Tersangka Korupsi Rp547 Juta Ditangkap”
Untuk tingkat provinsi, verifikasi dokumen oleh Kanwil Kemenag Provinsi berakhir 8 Desember. CAT dan wawancara tahap kedua dilaksanakan 11 Desember, diikuti pengumuman hasil seleksi pada 12 Desember pukul 16.00 WIB. Seleksi ini bertujuan mendapatkan petugas haji yang profesional, kompeten, dan berintegritas.
Kementerian Agama Bentuk Task Force Bersama KBRI dan KJRI untuk Persiapan Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menginisiasi pembentukan Task Force terpadu bersama KBRI Arab Saudi dan KJRI Jeddah. Langkah strategis ini merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memimpin rapat koordinasi di Kantor Urusan Haji Jeddah yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Rapat ini menghasilkan kesepakatan pembentukan platform koordinasi bersama untuk mengoptimalkan pelayanan jemaah haji Indonesia.
Pembentukan Task Force ini bertujuan menciptakan sinergi yang lebih efektif antara Kemenhaj dengan perwakilan diplomatik Indonesia di Arab Saudi. Melalui mekanisme ini, setiap permasalahan yang muncul selama penyelenggaraan haji dapat segera mendapatkan solusi yang tepat dan cepat. Gus Irfan menegaskan bahwa koordinasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih terintegrasi dan responsif.
“Baca Juga: Bandara Beroperasi 24 Jam Antisipasi Puncak Arus Libur Nataru”
Task Force sebagai Platform Koordinasi Terpadu Persiapan Haji
Task Force haji 2026 akan berfungsi sebagai joint coordination platform yang menghubungkan berbagai institusi terkait. Platform ini mempertemukan Kemenhaj dengan KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, maskapai nasional Garuda Indonesia, serta penyedia layanan jemaah lainnya. Tidak hanya itu, Task Force juga akan berkoordinasi secara intensif dengan otoritas terkait di Kerajaan Arab Saudi.
Inisiatif pembentukan Task Force ini merupakan implementasi dari diplomasi layanan haji yang terus dikembangkan Kemenhaj. Langkah ini menandai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji melalui transformasi kelembagaan. Sejak berubah dari Badan Penyelenggara Haji menjadi kementerian, Kemenhaj terus melakukan inovasi sistemik untuk memastikan kelancaran seluruh proses ibadah haji, mulai dari pendaftaran hingga kepulangan jemaah.




Leave a Reply