nyingmavolunteer -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran buku The Art of Simple Leadership karya Steven Beteng. Buku ini mengupas sosok pemimpin yang mampu menghadirkan arah jelas, membangun kedekatan dengan tim, dan tetap adaptif di tengah perubahan. Tokoh yang diangkat adalah pengusaha nasional Jerry Hermawan Lo.
“Kepemimpinan Jerry Hermawan Lo sangat luar biasa. Salah satu kunci sukses beliau ialah bertarung seperti laki-laki, jangan ada kata menyerah, terus maju, bertahan,” kata Bamsoet di Tangerang, Sabtu.
Ia menyebutkan bahwa peluncuran buku ini dapat menjadi referensi dan motivasi. Tidak hanya bagi para pemimpin perusahaan, tetapi juga bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan. Bamsoet bahkan membagikan filosofi tambahan: “Jika lawanmu kuat, jangan benturkan kepala. Tapi pura-puralah lemah sambil menunggu lawanmu lengah. Kalau kita lemah, maka pura-puralah kuat agar tetap disegani.”
Melalui karya Steven Beteng, buku ini mengangkat perjalanan hidup, filosofi kepemimpinan, hingga nilai-nilai yang menjadi fondasi Jerry Hermawan Lo dalam membangun bisnis lintas sektor. Jerry dikenal sebagai sosok yang membawa semangat kesederhanaan namun tetap tajam dalam strategi. Ia berhasil mengembangkan portofolio bisnis dari properti, ritel, hingga energi tanpa gaya kepemimpinan yang otoriter.
Baca juga:“Rupiah Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Ketegangan Timur Tengah
Jerry Hermawan Lo Figur Punya Empati dan Ulet, Mahasiswa Harus Tiru Semangat Membangun Bangsa
Buku The Art of Simple Leadership tidak hanya menyoroti kesuksesan bisnis. Lebih dari itu, buku ini mengupas bagaimana tantangan kehidupan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, cara berpikir, serta keberanian seseorang dalam mengambil keputusan.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Erick Thohir, menekankan relevansi buku ini bagi generasi muda. Menurutnya, cerita tentang perjalanan bisnis dan sosok kepemimpinan Jerry Hermawan Lo sangat layak ditiru, terutama oleh mahasiswa. “Mahasiswa ini masa depan untuk bangsa kita. Mereka yang akan meneruskan, mereka adalah tulang bangsa kita. Sehingga dalam peluncuran ini ada dua kekuatan yang ingin saya garisbawahi. Salah satunya beliau itu figur punya empati,” tuturnya.
Erick menilai Jerry Hermawan Lo sebagai pengusaha yang ulet dan sukses. Namun yang lebih penting, ia memiliki semangat membangun bangsa menjadi lebih baik di masa depan. “Kedua, ulet, sukses, dan memiliki semangat membangun bangsa menjadi lebih baik di masa depan. Kita harus punya mimpi, tapi mimpi itu harus dikerjakan,” kata Erick. Pernyataan ini menegaskan bahwa kerja keras dan aksi nyata tidak bisa dipisahkan dari visi besar.
Di sisi lain, Jerry Hermawan Lo, sang tokoh utama buku, mengaku proses pembuatan hingga peluncuran buku ini berjalan lancar. “Saya tidak mengalami hambatan atau kesulitan berarti,” ujarnya. Ia hanya menceritakan apa yang ia alami secara jujur, mulai dari awal merintis usaha hingga menjadi pengusaha di berbagai sektor.
Buku “The Art of Simple Leadership” untuk Semua Usia, dari Gen Z hingga yang Berusia 70 Tahun
Buku The Art of Simple Leadership tidak hanya ditujukan untuk kalangan muda. Meskipun berisi pengalaman hidup dan bisnis serta sejumlah motivasi, buku ini dirancang untuk semua generasi, tidak terkecuali generasi X atau mereka yang lahir di tahun 80-an. Bahkan, bagi mereka yang lahir lebih awal lagi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Jerry Hermawan Lo dalam sesi peluncuran buku. “Meskipun buku ini diluncurkan di hadapan mahasiswa yang merupakan Gen Z, tapi buku ini untuk semua usia. Karena pelajaran hidup itu tidak hanya perlu dipelajari oleh generasi saat ini saja, tapi orang-orang yang berusia 70-an seperti saya ini, masih harus belajar. Saya harap buku ini bisa memacu semangat mereka,” ungkap Jerry dengan rendah hati.
Pernyataan ini menggarisbawahi esensi dari kepemimpinan sejati. Learning never ends (belajar tidak pernah berakhir). Buku ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan pribadi dan profesional adalah perjalanan seumur hidup. Tokoh yang telah mencapai puncak karir sekalipun, seperti Jerry, masih terus belajar dan mencari inspirasi baru.
Kisah-kisah dalam buku ini dikemas secara ringan namun sarat makna. Steven Beteng sebagai penulis berhasil menangkap nuansa reflektif yang membuat pembaca dari berbagai rentang usia merasa terhubung. Seorang wirausahawan muda di acara tersebut mengaku mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana menghadapi masa-masa sulit dalam bisnis. Di sisi lain, seorang eksekutif senior yang hadir merasa buku ini membangkitkan kembali api semangat yang mulai redup karena kejenuhan rutinitas.
Baca juga:PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp63.700 per Kg dan Telur Rp31.400 per Kg




Leave a Reply