Bandara Beroperasi 24 Jam Antisipasi Puncak Arus Libur Nataru

Bandara Beroperasi 24 Jam Antisipasi Puncak Arus Libur Nataru

Puncak

nyingmavolunteer – Bandara Beroperasi 24 Jam, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) menyiapkan strategi komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan pada libur Nataru 2025. Seluruh unit usaha dari bandara, destinasi wisata, hingga hotel telah berkoordinasi untuk menjaga kualitas layanan.

InJourney Aviation Services memastikan bandara akan beroperasi 24 jam dari 14 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Mereka menyiapkan penambahan petugas, posko operasional, dan peningkatan alur layanan. Dekorasi tematik juga disiapkan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.

“Baca Juga: Ketua RW Ungkap Dentuman Keras Misterium Picu Kebakaran Palmerah”

Untuk menarik lebih banyak wisatawan, InJourney memperkenalkan serangkaian acara berskala nasional. Agenda utama termasuk “Seaside Festive Symphony” di Bali pada malam tahun baru yang menampilkan Erwin Gutawa dan Indra Lesmana. Mereka juga berkolaborasi dengan Sarinah untuk menyelenggarakan “Malam Muda-Mudi” yang menampilkan musisi populer. Destinasi warisan budaya seperti Borobudur dan Prambanan juga akan mengadakan aktivasi budaya untuk mendorong kunjungan wisatawan lokal.

Di sektor akomodasi, Direktur Utama InJourney Hospitality, Christin Hutabarat, memproyeksikan tingkat okupansi hotel akan mencapai 72-78% selama puncak liburan. Bali tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan, diikuti oleh Lombok yang menunjukkan tren peningkatan yang stabil.

InJourney Siapkan Tiga Strategi Utama Hadapi Libur Nataru 2025

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) merancang tiga langkah strategis untuk menyambut libur Nataru 2025. Strategi ini mencakup aspek komersial, operasional, dan pengalaman pelanggan.

Pertama, strategi komersial menitikberatkan pada penawaran khusus. Perusahaan meluncurkan kampanye early booking dan paket bundling. Paket ini menggabungkan penginapan hotel dengan akses lounge bandara dan ritel. Program loyalitas dan voucher juga disiapkan untuk meningkatkan nilai beli.

Kedua, penguatan operasional menjadi fondasi utama. InJourney memastikan kesiapan penuh semua fasilitas pendukung. Mereka mengoptimalkan proses check-in dan check-out untuk efisiensi. Pelatihan intensif bagi karyawan dan pembentukan task force 24 jam juga dilakukan. Perusahaan bahkan merekrut staf tambahan musiman.

Ketiga, pengembangan produk dan layanan difokuskan pada pengalaman. InJourney menyajikan thematic dining experience dan aktivitas keluarga. Mereka juga merancang curated experience berbasis seni dan budaya lokal. Dengan persiapan matang ini, InJourney optimis sektor pariwisata dan hospitality akan tumbuh positif.

“Baca Juga: Rusia Tolak Otoritas AS, Ajukan Resolusi Tandingan PBB”

37 Bandara Siap Layani 9 Juta Penumpang di Nataru 2025

PT Angkasa Pura I (InJourney Airports) memastikan kesiapan 37 bandara. Kesiapan ini untuk menghadapi lonjakan sekitar 9 juta penumpang selama Nataru 2025/2026. Angka ini tumbuh 3,8% dari periode sebelumnya.

Perseroan menyiapkan sistem operasional terpadu di semua bandara. Mereka juga memastikan kesiapan fasilitas dan pengerahan personel. Dukungan sistem teknologi informasi diperkuat untuk kelancaran.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, mengonfirmasi pembentukan Posko Terpadu. Posko akan beroperasi selama 18 hari penuh. Periode operasionalnya dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko terpusat akan dibentuk di kantor pusat. Posko juga akan hadir di 6 kantor regional dan 37 bandara.

Puncak arus keberangkatan diperkirakan terjadi pada 20-21 Desember 2025. Sementara puncak arus balik diprediksi pada 3-4 Januari 2026. InJourney Airports akan berjaga penuh untuk memastikan kelancaran operasional di hari-haga puncak tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *