Caketum HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Kunci Ekonomi

Caketum HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Kunci Ekonomi

nyingmavolunteer -Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029, Reynaldo Bryan, berkomitmen menghapus dikotomi pusat dan daerah. Ia ingin mendorong pengusaha lokal menjadi pemeran utama. Targetnya adalah pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, tidak ada perbedaan antara HIPMI daerah atau kota. Reynaldo mengatakan HIPMI harus jadi lokomotif utama. Tujuannya mengejar pertumbuhan ekonomi delapan persen.

Pernyataan itu disampaikan dalam silaturahmi akbar bertajuk “Malam Kolaborasi Daerah”. Acara berlangsung di Jakarta, Jumat (15/5) malam. Mengusung semangat “Kolaborasi Daerah untuk Indonesia”, acara ini menjadi panggung pembuktian visi Reynaldo yang menyatukan.

“Tidak ada rumus pertumbuhan ekonomi yang berhasil kalau kita tidak menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda baru di daerah. Mengapa? Karena jumlah pengusaha baru kita saat ini masih kurang. Itulah mengapa visi yang kita bawa adalah P.A.T.E.N,” kata Reynaldo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/5).

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan rasio kewirausahaan nasional baru mencapai 3,47 persen pada 2025. Angka ini masih di bawah standar ideal 4 persen. Daerah di luar Jawa memiliki rasio lebih rendah, rata-rata 2,1 persen. Reynaldo menilai kesenjangan ini harus diatasi dengan pendekatan berbasis potensi lokal.

Visi P.A.T.E.N yang dimaksud Reynaldo adalah akronim dari Pemberdayaan, Akselerasi, Transformasi, Edukasi, dan Networking. Ia berjanji akan mengadakan pelatihan kewirausahaan massal di 20 kabupaten/kota terpencil jika terpilih.

Acara Malam Kolaborasi Daerah dihadiri 500 pengusaha muda dari 34 provinsi. Reynaldo juga meluncurkan program “HIPMI Go to Desa” untuk menjaring talenta muda di tingkat kecamatan. Ia menegaskan bahwa pengusaha di daerah harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Jangan sampai proyek besar daerah selalu dimenangkan oleh pengusaha dari Jakarta atau luar negeri.

Baca juga:Prabowo Minta Stok Pangan Nasional Dijaga di Tengah Krisis Global

Naikkan Kelas Pengusaha Muda Lokal demi Pertumbuhan 8 Persen

Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029, Reynaldo Bryan, berkomitmen menghapus dikotomi pusat dan daerah. Ia ingin mendorong pengusaha lokal menjadi pemeran utama. Targetnya adalah pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, tidak ada perbedaan antara HIPMI daerah atau kota. Reynaldo mengatakan HIPMI harus jadi lokomotif utama mengejar pertumbuhan ekonomi delapan persen.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara “Malam Kolaborasi Daerah” di Jakarta, Jumat (15/5) malam. Acara mengusung semangat “Kolaborasi Daerah untuk Indonesia”.

“Tidak ada rumus pertumbuhan ekonomi yang berhasil kalau kita tidak menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda baru di daerah. Jumlah pengusaha baru kita saat ini masih kurang. Itulah mengapa visi yang kita bawa adalah P.A.T.E.N,” kata Reynaldo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/5).

Visi P.A.T.E.N adalah singkatan dari Pemberdayaan, Akselerasi, Transformasi, Edukasi, dan Networking. Reynaldo juga meluncurkan program “HIPMI Go to Desa” untuk menjaring talenta muda di tingkat kecamatan.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan rasio kewirausahaan nasional baru 3,47 persen pada 2025. Angka ini masih di bawah standar ideal 4 persen. Daerah di luar Jawa memiliki rasio lebih rendah, rata-rata 2,1 persen. Reynaldo menilai kesenjangan ini harus segera diatasi.

Lebih lanjut, Reynaldo memaparkan bahwa untuk mendapat kepercayaan di sektor strategis pemerintahan, pengusaha muda harus membangun kapasitas yang kuat. “Kalau kita buat satu ekosistem, kita berdayakan, dan naikkan kelasnya, kita akan siap. Pengusaha itu harus punya nilai yang kuat, harus konkret. Kalau kita mau dipercaya, bisnis kita juga harus konkret. Saya berharap ke depan akan ada lebih banyak lagi pengusaha daerah yang bisa memimpin sebagai ketua umum. Sehingga pemerataan benar-benar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Penghapusan Dikotomi Pusat-Daerah dan Pemberdayaan Pengusaha Muda Lokal

Paragraf Pembuka (Lead)
Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029, Reynaldo Bryan, berkomitmen menghapus dikotomi pusat dan daerah. Ia ingin menjadikan pengusaha lokal sebagai pemeran utama target pertumbuhan ekonomi delapan persen. Menurutnya, HIPMI harus menjadi lokomotif utama tanpa membedakan daerah atau kota.

Uraian Utama (Detail Peristiwa)
Pernyataan itu disampaikan dalam acara “Malam Kolaborasi Daerah” di Jakarta, Jumat (15/5). Acara mengusung semangat “Kolaborasi Daerah untuk Indonesia”. Reynaldo meluncurkan visi P.A.T.E.N (Pemberdayaan, Akselerasi, Transformasi, Edukasi, Networking). Ia juga memaparkan program “HIPMI Go to Desa” untuk menjaring talenta muda di tingkat kecamatan. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan rasio kewirausahaan nasional baru 3,47 persen pada 2025. Angka ini masih di bawah standar ideal 4 persen. Daerah luar Jawa memiliki rasio lebih rendah, rata-rata 2,1 persen.

Kutipan atau Referensi
“Tidak ada rumus pertumbuhan ekonomi yang berhasil kalau kita tidak menumbuhkan pengusaha muda baru di daerah. Jumlah pengusaha baru kita masih kurang. Itulah mengapa visi kita adalah P.A.T.E.N,” kata Reynaldo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/5). Ketua BPD HIPMI Sulteng, Muhammad Fakhri Fadhlurrahman, menyatakan Reynaldo sangat peka terhadap dinamika lapangan. “Visi misi P.A.T.E.N sangat relevan dan dibutuhkan daerah,” ungkap Fakhri. Mantan Ketua Umum BPP HIPMI, Adi Putra Darmawan Tahir, menekankan pentingnya persaudaraan dan keberanian.

Penutup (Pandangan ke Depan)
Reynaldo berjanji mengadakan pelatihan kewirausahaan massal di 20 kabupaten/kota terpencil jika terpilih. Acara dihadiri 500 pengusaha muda dari 34 provinsi, termasuk tokoh nasional Kaesang Pangarep. Dengan kolaborasi kuat, ia optimis HIPMI berkontribusi signifikan pada target pertumbuhan delapan persen. Pengusaha daerah harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. “Mari kita bangun Indonesia dari daerah, bersama-sama,” ajaknya. Keberanian dan persaudaraan menjadi kunci sukses HIPMI ke depan.

Baca juga:Ekonom Sebut Rupiah Melemah Bisa Picu Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *