Dirut Bulog: Mahasiswa Penggerak Ekosistem Pangan

Bulog Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Ekosistem Pangan Nasional

Kolaborasi Kampus Dan Bulog Perkuat Wirausaha Pangan Muda

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menilai mahasiswa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pangan nasional melalui inovasi dan kewirausahaan.

Menurut Ahmad Rizal, generasi muda memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian untuk menciptakan peluang usaha baru di sektor pangan. Karena itu, Bulog membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi agar inovasi mahasiswa dapat berkembang menjadi bisnis yang berdaya saing.

“Bulog siap membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi agar inovasi mahasiswa dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, memperluas lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi produk pangan dalam negeri,” kata Ahmad Rizal di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Ahmad Rizal mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Studentpreneur Bootcamp 2026. Kegiatan itu diinisiasi Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Hall GKB IV UMM.

Campus Preneur Bulog Dorong Mahasiswa Kembangkan Bisnis Pangan

Ahmad Rizal mengatakan pembangunan ketahanan pangan nasional membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk generasi muda. Mahasiswa dinilai memiliki posisi penting dalam menciptakan inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pangan.

baca juga: MCEBI gelar pelatihan kewirausahaan mahasiswa dan UKM

Ia menjelaskan Bulog tidak hanya menjalankan tugas menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Perusahaan juga ingin berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang memiliki semangat kewirausahaan di bidang pangan.

Melalui program Campus Preneur Bulog, mahasiswa didorong untuk melihat sektor pangan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Program tersebut bertujuan membangun minat kewirausahaan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya pelaku usaha baru.

Pengembangan wirausaha pangan, kata Ahmad Rizal, tidak hanya berfokus pada penciptaan produk. Mahasiswa juga perlu memahami aspek kualitas, pengolahan, pengemasan, pemasaran, teknologi, hingga pengelolaan rantai pasok.

Bulog berharap semakin banyak mahasiswa terlibat dalam berbagai tahapan industri pangan, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran produk.

“Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM, mendorong hilirisasi pangan, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Rizal.

Sektor Pertanian Jadi Peluang Bisnis Bagi Generasi Muda

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa sektor pertanian dan pangan memiliki peluang ekonomi besar untuk dikembangkan oleh generasi muda.

Menurut Amran, peluang tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari produksi, pengolahan hasil pertanian, distribusi, pemasaran, hingga hilirisasi produk pangan.

Pada kegiatan bertema “Entrepreneurial Mindset and Business Networking: Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan” tersebut, Mentan juga memaparkan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produksi pangan dalam negeri serta memperkuat cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog.

Amran menilai mahasiswa merupakan agen perubahan yang dapat membawa inovasi baru dalam sektor pertanian. Ia mendorong generasi muda untuk memiliki keberanian dalam membangun usaha dan terus meningkatkan kemampuan.

“Dengan potensi jutaan mahasiswa Muhammadiyah di Indonesia, saya optimistis akan lahir banyak entrepreneur muda yang mampu memperkuat hilirisasi pertanian dan ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Studentpreneur Bootcamp UMM Siapkan Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik mengatakan Studentpreneur Bootcamp menjadi wadah strategis untuk membangun pola pikir kewirausahaan mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menjadi pencari kerja setelah lulus. Mereka juga didorong agar mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Setelah kegiatan pembukaan, Menteri Pertanian bersama Direktur Utama Bulog meninjau berbagai tenant usaha mahasiswa. Produk yang ditampilkan berasal dari hasil pembinaan kampus dengan mengangkat potensi pangan lokal.

Peninjauan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas mahasiswa dalam mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi. Langkah ini sekaligus memperlihatkan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mencetak wirausaha muda di sektor pangan.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas kewirausahaan diharapkan mampu memperkuat rantai industri pangan nasional. Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong hilirisasi dan menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

baca juga: Hati-Hati! Keberangkatan Pekerja Migran Tanpa Prosedur Bisa Berujung TPPO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *