IHSG Jumat Menguat ke 6.525 Seiring Bursa Asia

IHSG Jumat Menguat ke 6.525,69 Seiring Bursa Asia

IHSG Menguat Seiring Penguatan Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan Jumat dan ditutup di level 6.525,69. Penguatan tersebut sejalan dengan mayoritas bursa saham kawasan Asia yang bergerak positif.

IHSG naik 24,10 poin atau 0,37 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Indeks LQ45 juga menguat 5,85 poin atau 0,92 persen menjadi 644,59.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan bursa regional Asia turut menopang pergerakan pasar saham domestik.

Menurut Nico, pelaku pasar merespons sejumlah data ekonomi Jepang dan mencermati agenda kebijakan ekonomi China yang akan berlangsung pada pekan depan.

Data Manufaktur Jepang Jadi Sentimen Positif

Salah satu perhatian pasar berasal dari data sektor manufaktur Jepang. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur S&P Global Jepang meningkat menjadi 55,1 pada Agustus 2026.

Angka tersebut naik dari 54,5 pada Juli 2026 dan menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur selama delapan bulan berturut-turut.

Pertumbuhan pada Agustus juga menjadi yang terkuat sejak April 2026. Perusahaan mencatat peningkatan pekerjaan baru dengan laju tercepat sejak Januari 2018.

baca juga: DAMRI Buka Lagi Rute Kalianda-Jakarta, Tarif Mulai Rp 215.000

Penjualan ekspor Jepang turut menunjukkan penguatan. Pertumbuhan penjualan luar negeri tercatat sebagai yang tercepat sejak awal 2018.

Data tersebut memberikan gambaran positif mengenai aktivitas ekonomi Jepang dan turut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor di pasar Asia.

Investor Menanti Pertemuan Komite Kongres China

Selain Jepang, investor global mengarahkan perhatian ke China. Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China dijadwalkan menggelar pertemuan di Beijing pada 25-28 Agustus 2026.

Pasar mengharapkan adanya arahan kebijakan tambahan setelah sejumlah data ekonomi China pada Juli 2026 menunjukkan pelemahan.

Nico menilai perkembangan kebijakan China penting bagi pasar regional. China merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia sehingga kebijakan ekonominya dapat memengaruhi sentimen investor di kawasan.

Perhatian terhadap kebijakan China juga berkaitan dengan prospek pertumbuhan ekonomi, aktivitas industri, serta permintaan komoditas di kawasan Asia.

Wall Street dan Harga Minyak Masih Jadi Perhatian

Imbal Hasil Obligasi AS Membebani Sentimen

Di pasar global, investor masih mencermati volatilitas Wall Street. Pergerakan pasar saham Amerika Serikat dipengaruhi perhatian terhadap kebijakan Departemen Keuangan AS dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang.

Nico mengatakan tingginya biaya pembiayaan pemerintah dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian. Kondisi tersebut juga berpotensi menekan pasar saham setelah periode inflasi dan belanja pemerintah yang tinggi.

Pergerakan imbal hasil obligasi menjadi penting bagi investor karena perubahan tingkat imbal hasil dapat memengaruhi daya tarik aset berisiko, termasuk saham.

Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan AS-Iran

Harga minyak mentah juga melanjutkan kenaikan di tengah rencana AS menerapkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran.

Ketegangan kedua negara masih menjadi perhatian pasar karena berkaitan dengan Selat Hormuz. Jalur tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi global.

Kenaikan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan biaya produksi di berbagai negara. Karena itu, perkembangan harga energi menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan investor dalam menentukan strategi perdagangan.

Kondisi Ekonomi Indonesia dan Rencana Perubahan Bursa

Defisit NPI Indonesia Menyempit pada Kuartal II 2026

Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit 0,9 miliar dolar AS pada triwulan II 2026.

Defisit tersebut jauh lebih kecil dibandingkan posisi pada triwulan I 2026 yang mencapai 9,1 miliar dolar AS.

Penyempitan defisit menjadi salah satu data ekonomi domestik yang diperhatikan pasar. Perkembangan NPI memberikan gambaran mengenai transaksi ekonomi Indonesia dengan negara lain serta kondisi eksternal perekonomian.

BEI Bersiap Menghapus Harga Minimum Saham Rp50

Pelaku pasar juga mencermati rencana BEI menghapus ketentuan harga minimum saham Rp50. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi perdagangan saham.

Aturan harga minimum Rp50 telah diterapkan selama lebih dari satu dekade. Investor sebelumnya menilai ketentuan tersebut dapat memengaruhi mekanisme perdagangan saham berharga rendah.

Nico menilai penghapusan batas minimum berpotensi membuat harga saham lebih mencerminkan mekanisme permintaan dan penawaran.

Namun, perubahan tersebut juga dapat meningkatkan risiko spekulasi pada saham dengan harga rendah. Karena itu, investor perlu memperhatikan aspek fundamental dan risiko perdagangan ketika aturan tersebut diterapkan.

Pergerakan Sektor dan Aktivitas Perdagangan IHSG

Delapan Sektor Menguat pada Perdagangan Jumat

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sebanyak delapan sektor mencatat penguatan pada perdagangan Jumat.

Sektor infrastruktur menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,61 persen. Setelahnya terdapat sektor barang baku yang naik 0,57 persen dan sektor keuangan yang menguat 0,31 persen.

Sebaliknya, tiga sektor berakhir di zona merah. Sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam sebesar 0,73 persen.

Sektor teknologi turun 0,38 persen, sedangkan sektor transportasi dan logistik melemah 0,29 persen.

Saham CSMI, GRIA, SDMU, PIPA, dan BLUE termasuk yang mencatat penguatan terbesar. Sementara itu, HATM, SMLE, TCPI, AEGS, dan IKPM menjadi saham dengan pelemahan harga terbesar.

Transaksi Saham Mencapai Rp17,37 Triliun

Aktivitas perdagangan BEI pada Jumat tercatat cukup ramai. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 2,23 juta kali dengan volume perdagangan 56,72 miliar saham.

Nilai transaksi saham mencapai Rp17,37 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 332 saham menguat, 314 saham melemah, dan 317 saham tidak mengalami perubahan.

Data tersebut menunjukkan penguatan IHSG terjadi ketika jumlah saham yang naik sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang mengalami penurunan.

Bursa Asia Bergerak Beragam

Pergerakan bursa Asia pada Jumat berlangsung beragam meskipun mayoritas indeks utama berada di zona positif.

Indeks Nikkei Jepang melemah 0,36 persen menjadi 66.040,00. Sementara itu, Shanghai Composite menguat 0,04 persen ke level 3.905,20.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,21 persen menjadi 25.008,46. Indeks Kospi Korea Selatan juga menguat 0,88 persen ke level 6.912,95.

Adapun Strait Times Singapura meningkat 0,32 persen menjadi 5.690,08.

Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen positif masih mendominasi sebagian besar pasar saham Asia. Namun, pelemahan Nikkei memperlihatkan investor tetap selektif dalam merespons perkembangan ekonomi global dan regional.

Investor Menanti Sentimen Ekonomi Berikutnya

Penguatan IHSG pada akhir pekan berlangsung di tengah perhatian investor terhadap data ekonomi regional, kebijakan China, pergerakan Wall Street, harga minyak, serta kondisi ekonomi domestik.

Dalam jangka pendek, keputusan kebijakan China pada pertemuan 25-28 Agustus 2026 menjadi salah satu agenda penting yang dapat memengaruhi sentimen pasar Asia.

Investor domestik juga akan mencermati perkembangan rencana perubahan ketentuan harga minimum saham BEI. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan likuiditas, tetapi tetap perlu diikuti pengelolaan risiko yang memadai.

baca juga: BEI siap turunkan batas minimum harga saham jadi Rp1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *