nyingmavolunteer.org -Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mendorong penguatan industri jamu lokal yang diproduksi pelaku UMKM. Ia menilai pembinaan terarah dari pemerintah menjadi kunci agar jamu tradisional mampu bersaing di pasar nasional.
Hendry menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, Minggu, dengan menekankan pentingnya peran pemerintah pusat. Menurutnya, pembinaan UMKM jamu harus melibatkan kementerian terkait, terutama Kementerian Perindustrian.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas produksi menjadi langkah awal yang perlu dilakukan. Pemerintah juga perlu memastikan standar mutu produk jamu UMKM terpenuhi agar kualitasnya konsisten dan aman dikonsumsi.
Selain itu, Hendry menilai perluasan akses pasar harus menjadi fokus utama pembinaan. Produk jamu tradisional dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di berbagai daerah, tidak hanya di Pulau Jawa.
“Khususnya di luar Jawa, pasar dan peminat usaha masih sangat besar,” kata Hendry. Ia berharap industri jamu lokal dapat tumbuh di daerah seperti Riau dan wilayah lain di Indonesia.
Baca juga:“Harga Emas Dunia Diprediksi Sentuh Rp168 Juta per Gram di 2030”
Komisi VII DPR Dorong UMKM Jamu Naik Kelas Lewat Studi ke Sido Muncul
Anggota Komisi VII DPR RI mendorong penguatan UMKM jamu lokal melalui pembinaan berkelanjutan. Dorongan ini disampaikan saat kunjungan spesifik ke Pabrik Jamu Sido Muncul di Jawa Tengah.
Kunjungan dilakukan ke fasilitas milik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada 23 Januari 2026. Agenda ini bertujuan melihat langsung proses transformasi industri jamu nasional.
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menjelaskan bahwa Sido Muncul menjadi contoh keberhasilan jamu tradisional naik kelas. Perusahaan tersebut berhasil berkembang dari usaha tradisional menjadi industri nasional hingga global.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana proses transformasi itu terjadi,” kata Hendry. Ia menilai model pengembangan Sido Muncul dapat direplikasi oleh pelaku UMKM jamu lainnya.
Menurut Hendry, keberhasilan Sido Muncul membuktikan potensi besar jamu tradisional Indonesia. Potensi tersebut dapat berkembang optimal jika mendapat pembinaan yang konsisten dan terarah.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung UMKM jamu lokal. Dukungan mencakup peningkatan kapasitas produksi, penguatan standar mutu, dan perluasan akses pasar.
Kemenperin Perkuat Industri Obat Bahan Alam Lewat House of Wellness
Kementerian Perindustrian mendukung pengembangan industri obat bahan alam melalui penguatan proses produksi dan teknologi manufaktur. Salah satu langkah strategisnya adalah pembangunan fasilitas House of Wellness.
House of Wellness dirancang sebagai pusat produksi obat berbahan alami yang modern dan terstandar. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pelaku industri, termasuk UMKM, agar mampu meningkatkan kualitas produk.
Kemenperin menilai fasilitas ini penting untuk memperkuat rantai pasok obat bahan alam nasional. Dukungan teknologi manufaktur diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi.
Fasilitas House of Wellness dilengkapi peralatan pengolahan simplisia segar dan kering. Peralatan ini menunjang proses sortasi, pencucian, penirisan, perajangan, hingga pengeringan bahan baku alami.
Dengan proses produksi yang terstandar, pelaku usaha dapat memenuhi persyaratan mutu dan keamanan produk. Standarisasi ini penting agar obat bahan alam dapat diterima di pasar nasional dan internasional.
Kemenperin juga mendorong pemanfaatan fasilitas ini oleh UMKM jamu dan obat tradisional. Akses terhadap teknologi modern dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produknya.
Baca juga:“Herdman Nilai Kehadiran Pemain Diaspora Justru Perkuat Timnas Indonesia”




Leave a Reply