nyingmavolunteer -Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa negara-negara Timur Tengah menunjukkan minat memperkuat kerja sama dagang dengan Indonesia.
Minat ini muncul setelah keberhasilan Indonesia menjalin perjanjian ekonomi komprehensif dengan Uni Emirat Arab.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rakornas Kadin Bidang Perdagangan di Jakarta pada Kamis.
Budi menjelaskan bahwa kesepakatan dengan Uni Emirat Arab menjadi pintu masuk kerja sama lebih luas.
Keberhasilan tersebut mendorong negara lain di kawasan Timur Tengah untuk mempertimbangkan perjanjian serupa.
Indonesia dinilai semakin kredibel dalam membangun kemitraan perdagangan strategis di kawasan tersebut.
Menurut Budi, hubungan ekonomi yang sudah terbentuk menciptakan efek domino positif.
Negara lain melihat manfaat dari kerja sama perdagangan yang telah berjalan dengan Uni Emirat Arab.
Indonesia pun membuka peluang perluasan perjanjian dagang untuk meningkatkan akses pasar ekspor.
“Ketika Uni Emirat Arab berhasil menjalin kerja sama dengan kita, negara lain juga ingin membuat perjanjian dagang,” ujar Budi Santoso.
Ia menekankan bahwa kerja sama yang sukses dapat menjadi model bagi negara Timur Tengah lainnya.
Meski peluang kerja sama meningkat, Budi mengakui adanya tantangan di lapangan.
Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah memengaruhi kinerja perdagangan Indonesia.
Tekanan tersebut berdampak langsung pada performa ekspor nasional dalam beberapa bulan terakhir.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan ekspor Indonesia ke Timur Tengah turun sekitar 13 persen.
Penurunan itu terjadi pada periode Januari hingga Februari 2026 dibandingkan periode sebelumnya.
Faktor ketidakstabilan regional menjadi salah satu penyebab utama perlambatan perdagangan.
Kendati demikian, pemerintah tetap melihat potensi pertumbuhan jangka menengah dan panjang.
Perluasan perjanjian dagang diharapkan dapat memperkuat daya saing produk Indonesia.
Pemerintah juga mendorong diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan.
Baca juga:“Komisi VI DPR Apresiasi Kinerja Menteri ESDM Terkait Ketahanan Energi”
TIMUR TENGAH CAPAI 9,8 MILIAR DOLAR AS DENGAN DOMINASI UNI EMIRAT ARAB
Indonesia mencatat nilai ekspor ke kawasan Timur Tengah mencapai 9,8 miliar dolar AS.
Angka tersebut setara dengan 3,4 persen dari total ekspor nasional.
Pemerintah melihat kawasan ini sebagai pasar strategis yang terus berkembang.
Dari total ekspor tersebut, Uni Emirat Arab menjadi tujuan utama perdagangan Indonesia.
Negara tersebut menyerap sekitar 40 persen dari total ekspor ke Timur Tengah.
Arab Saudi berada di posisi kedua dengan kontribusi sekitar 29 persen.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya perluasan pasar ekspor.
Pemerintah terus mendorong berbagai perjanjian dagang internasional untuk memperkuat akses pasar.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekspor nasional.
Budi juga menyoroti strategi diversifikasi pasar di luar kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat tetap menjadi salah satu pasar utama Indonesia.
Kontribusinya dinilai penting dalam menjaga surplus perdagangan nasional.
“Pemerintah terus mendorong perluasan pasar ekspor melalui perjanjian dagang internasional,” ujar Budi Santoso.
Ia menekankan bahwa kerja sama dagang menjadi instrumen utama peningkatan ekspor.
Dari sisi struktur, ekspor Indonesia masih didominasi oleh sektor industri pengolahan.
Sektor ini menyumbang sekitar 80 persen dari total ekspor nasional.
Komposisi ini menunjukkan peran manufaktur dalam menopang ekonomi ekspor.
Sektor pertambangan berkontribusi sekitar 10 persen terhadap total ekspor.
Sementara itu, sektor migas dan pertanian mengisi porsi sisanya.
Diversifikasi sektor ini mencerminkan struktur ekonomi ekspor yang masih berkembang.
Pemerintah menilai penguatan perjanjian dagang dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Upaya tersebut juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar global.
Stabilitas geopolitik tetap menjadi faktor penting dalam kinerja perdagangan.
EKOSISTEM INDUSTRI TERINTEGRASI UNTUK DUKUNG EKSPOR DAN DAYA SAING NASIONAL
Pemerintah menilai aktivitas impor Indonesia berperan penting dalam mendukung industri nasional.
Impor tersebut banyak digunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi.
Produk akhir kemudian diarahkan untuk memenuhi permintaan ekspor ke berbagai negara.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa struktur perdagangan Indonesia saling terhubung.
Ia menegaskan bahwa impor tidak berdiri sendiri tanpa kontribusi pada ekspor nasional.
Keterkaitan tersebut membentuk ekosistem ekonomi yang dinilai berjalan efektif.
Menurut Budi, banyak industri dalam negeri bergantung pada bahan baku impor.
Bahan tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah di sektor manufaktur.
Hasil produksi kemudian diekspor untuk memperkuat kinerja perdagangan nasional.
“Artinya yang kita impor itu sebenarnya untuk proses industri kita,” kata Budi Santoso.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar produksi juga ditujukan untuk ekspor.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan ekosistem ekonomi yang berjalan seimbang.
Pemerintah saat ini menjalankan tiga strategi utama di sektor perdagangan.
Strategi pertama adalah pengamanan pasar dalam negeri dari gempuran produk asing.
Langkah ini dilakukan untuk melindungi industri lokal agar tetap kompetitif.
Strategi kedua adalah perluasan pasar ekspor ke berbagai kawasan dunia.
Pemerintah aktif menjalin perjanjian dagang untuk membuka akses pasar baru.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan volume dan nilai ekspor nasional.
Strategi ketiga adalah mendorong produk lokal agar lebih kompetitif secara global.
Peningkatan kualitas dan inovasi menjadi fokus utama dalam kebijakan tersebut.
Pemerintah juga mendorong pelaku usaha meningkatkan standar produksi.
Budi menekankan bahwa ketiga strategi tersebut saling melengkapi.
Penguatan pasar domestik dianggap penting untuk menopang daya saing industri.
Sementara ekspansi ekspor menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga menilai bahwa integrasi rantai pasok menjadi kunci keberhasilan industri.
Keterhubungan antara impor, produksi, dan ekspor menciptakan efisiensi ekonomi.
Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.
Baca juga:”Rupiah Melemah ke Angka Rp17.349 per Dolar AS pada Kamis Pagi”




Leave a Reply