nyingmavolunteer.org -Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) wajib menyelidiki insiden pendaratan darurat pesawat Smart Air. Penyelidikan ini bertujuan memastikan penyebab kejadian dan keselamatan penerbangan.
Dudy menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Jakarta, Selasa. Ia menekankan bahwa setiap insiden penerbangan, termasuk pendaratan darurat, harus diteliti secara menyeluruh oleh otoritas terkait.
“Nanti kita tunggu KNKT, walaupun sifatnya pendaratan darurat, tetap KNKT harus meneliti atau menginvestigasi sebab kenapa dia melakukan pendaratan darurat,” ujar Menhub.
Menhub menekankan bahwa Kementerian Perhubungan sebagai otoritas penerbangan tidak dapat memberikan kesimpulan sebelum KNKT merilis hasil investigasi resmi. Langkah ini bertujuan menjaga transparansi dan akurasi informasi terkait insiden penerbangan.
KNKT memiliki tugas utama meneliti setiap kecelakaan atau insiden pesawat, termasuk faktor teknis, operasional, hingga kondisi cuaca yang mungkin memengaruhi penerbangan. Investigasi menyeluruh ini akan membantu mencegah insiden serupa di masa depan dan meningkatkan standar keselamatan penerbangan nasional.
Baca juga:“BPS: Harga Bawang Putih Terus Naik, Sentuh Rp39.810 per Kg”
Pesawat Smart Air Lakukan Pendaratan Darurat di Nabire karena Gangguan Mesin
Kementerian Perhubungan menekankan bahwa semua insiden penerbangan, termasuk pendaratan darurat, wajib diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi bertujuan memastikan penyebab teknis dan prosedural kejadian.
Menhub Dudy Purwagandhi sebelumnya menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan tidak akan mengambil kesimpulan sebelum KNKT merilis hasil resmi. Pendekatan ini memastikan transparansi dan akurasi informasi kepada publik.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan, kesiapan mesin pesawat, dan kemampuan awak pesawat menangani situasi darurat. Smart Air dan otoritas penerbangan menegaskan langkah ini membantu meminimalkan risiko bagi penumpang dan kru.
Semua Penumpang Smart Air Dievakuasi Selamat Setelah Pendaratan Darurat
Pesawat Smart Air tipe C208B registrasi PK-SNS melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, Selasa siang, akibat gangguan mesin. Seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa saat ini pesawat sedang ditarik ke pantai bandara. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Total penumpang dan awak pesawat berjumlah 13 orang.
“Semua penumpang dan awak pesawat telah dievakuasi ke terminal bandara dengan selamat. Tidak ada korban jiwa,” ujar Lukman dalam keterangan resmi.
Sebelumnya, Pilot in Command, Capt. Tania K, memutuskan pendaratan darurat setelah daya dorong mesin atau thrust power pesawat menurun saat hendak Return to Base (RTB). Langkah ini diambil untuk menghindari risiko lebih besar di udara.
Thrust power merupakan gaya dorong yang dihasilkan mesin untuk mendorong pesawat maju, lepas landas, menanjak, dan mempertahankan kecepatan di udara. Penurunan daya dorong ini memerlukan keputusan darurat yang cepat oleh pilot demi keselamatan semua pihak.
Baca juga:“Teyana Taylor Ingatkan untuk Lebih Baik pada Diri Sendiri”




Leave a Reply