nyingmavolunteer.org -Menteri Koperasi Ferry Juliantono menginstruksikan percepatan pencairan modal bagi Koperasi Gunung Luhur Berkah Subang.
Instruksi tersebut ditujukan kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir.
Kebijakan ini menyusul keberhasilan koperasi mencetak nilai ekspor kopi Rp77,6 miliar.
Ferry menilai capaian tersebut membuktikan daya saing koperasi di pasar global.
Ia menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kolaborasi banyak pihak.
Menurutnya, prestasi koperasi ini menjadi kebanggaan nasional.
“Berkat banyak pihak, koperasi ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia,” ujar Ferry di Bandung.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak hanya membawa nama daerah.
Baca juga:“Rupiah hampir tembus Rp17 ribu, Purbaya: Akan segera berbalik menguat”
Ekspor Kopi Koperasi GLB Wujudkan Visi Ekonomi Kerakyatan Presiden
Pemerintah menilai keberhasilan Koperasi Gunung Luhur Berkah sebagai cerminan arah kebijakan ekonomi nasional.
Keberhasilan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Negara diharapkan kembali hadir mengatur sistem perekonomian sesuai konstitusi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan pesan Presiden Prabowo terkait peran negara.
Ia menegaskan pentingnya pengaturan ekonomi yang berpihak pada produksi domestik.
Pendekatan ini bertujuan mengembalikan praktik ekonomi ke amanat konstitusi.
“Presiden Prabowo ingin negara hadir lagi untuk mengatur arah perekonomian,” ujar Ferry.
Ia menyebut pesan tersebut sebagai bentuk penerjemahan visi pemerintah.
Koperasi menjadi instrumen utama dalam penguatan ekonomi rakyat.
Baca juga:“Redmi Turbo 5 Max Siap Bawa Baterai Monster 9.000 mAh”
Koperasi GLB Catat Transaksi Ekspor Rp77,6 M dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah mencatat nilai transaksi ekspor kopi signifikan.
Nilainya mencapai lebih dari 4,6 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp77,6 miliar.
Capaian ini menegaskan peran koperasi dalam industri berbasis ekspor.
Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf, menyampaikan data tersebut kepada publik.
Ia menilai capaian ini sebagai hasil kerja kolektif anggota.
Koperasi berfokus pada kualitas produk dan kepastian pasokan.
Saat ini, Koperasi GLB menjadi tulang punggung ekonomi Desa Cisalak, Subang.
Koperasi mengelola lahan kopi seluas 1.589 hektare.
Pengelolaan dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.




Leave a Reply