Mentan Amran Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang

nyingmavolunteer.org -Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan penyitaan 133,5 ton bawang bombay ilegal yang disimpan di sebuah gudang di Semarang Utara, Jawa Tengah. Bawang bombay tersebut diduga hasil penyelundupan tanpa dokumen resmi dan berpotensi membawa penyakit.

“Pajak-pajaknya tidak masuk, nyelundup masuk, merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya,” kata Mentan Amran saat meninjau ribuan karung bawang bombay selundupan, Sabtu.

Penyitaan dilakukan bersama aparat penegak hukum (APH). Amran menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi praktik impor ilegal yang merugikan petani dan mengancam ekosistem pertanian nasional.

Dalam pemeriksaan, Mentan menjelaskan bawang bombay ilegal tersebut masuk tanpa dokumen resmi dan tidak membayar pajak. Selain merugikan ekonomi, barang ini berisiko membawa bakteri dan penyakit yang mengancam produksi pangan nasional.

Baca juga:“Riset Ungkap Olahraga Bisa Bantu Ringankan Gejala Depresi”

Mentan Amran Tegaskan Penyitaan Bawang Bombay Ilegal Diusut Hingga Akar-akarnya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penyitaan 133,5 ton bawang bombay ilegal di Semarang harus diusut hingga tuntas. Ia meminta aparat penegak hukum mendampingi proses penyelidikan agar pelaku mendapat efek jera.

“Ini harus kami minta PM dampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus dikasih efek jera,” tegas Amran.

Barang bukti yang diamankan terdiri dari 6.172 karung bawang bombay dengan total berat sekitar 133,5 ton. Amran menekankan bahwa ancaman tidak hanya terletak pada jumlah tonase.

Mentan Amran Tegaskan Implikasi Serius Bawang Bombay Ilegal Bagi Petani

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bawang bombay ilegal yang diselundupkan berpotensi merusak ekosistem pertanian dan merugikan petani secara besar-besaran.

“Satu atau dua ekor ternak terjangkit bisa merusak jutaan ekor ternak. Kerugiannya bukan negara, tapi petani. Bisa ratusan triliun. Ini nyata dan pernah terjadi,” ujar Amran, mengaitkan risiko biologis perdagangan ilegal dengan pengalaman sebelumnya di sektor peternakan.

Amran menekankan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia memastikan Kementerian Pertanian akan berada di garis depan dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Ini bukan soal hari ini, tapi dampaknya ke depan. Dan saya tidak akan berhenti sampai praktik-praktik seperti ini benar-benar dihentikan,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya penyitaan, pengawasan, dan penindakan tegas sebagai strategi utama untuk mencegah kerugian bagi petani lokal dan menjaga keamanan pangan nasional.

Baca juga:“Aksi Arogan Amerika Serikat Terhadap Venezuela dan Hal yang Melatar Belakangi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *