Menteri Bahlil: 224 Desa di Aceh Belum Terlistriki

Menteri Bahlil: 224 Desa di Aceh Belum Terlistriki

nyingmavolunteer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan masih terdapat 224 desa di Aceh yang belum teraliri listrik setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November. Data tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Bahlil menjelaskan, desa-desa yang belum mendapat pasokan listrik tersebar di sekitar 10 kabupaten. Beberapa wilayah yang terdampak paling signifikan meliputi Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Kerusakan infrastruktur akibat bencana menjadi faktor utama terhambatnya pemulihan jaringan kelistrikan.

Pemerintah menilai akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipulihkan. Oleh karena itu, Kementerian ESDM langsung menggelar koordinasi intensif dengan PLN untuk menyusun langkah percepatan pemulihan. Fokus utama diarahkan pada perbaikan jaringan distribusi dan pengamanan sistem kelistrikan di daerah rawan bencana.

Dalam proses pemulihan, pemerintah memprioritaskan desa-desa dengan tingkat kerusakan terparah dan akses geografis yang sulit. Selain perbaikan jaringan utama, opsi penyediaan listrik sementara juga dipertimbangkan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan, terutama untuk layanan publik, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.

Bahlil menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pemulihan. Kementerian ESDM bersama PLN terus memantau progres di lapangan sekaligus menyesuaikan strategi dengan kondisi geografis Aceh yang beragam. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat penyambungan listrik secara aman dan berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah juga mendorong penguatan sistem kelistrikan agar lebih tangguh terhadap bencana. Upaya ini mencakup peningkatan standar infrastruktur dan perencanaan mitigasi risiko. Dengan langkah terpadu tersebut, pemerintah menargetkan seluruh desa terdampak di Aceh dapat kembali menikmati akses listrik secara penuh dalam waktu sesegera mungkin.

“Baca Juga : Polda Sumsel Kerahkan 100 Personel untuk Pemulihan di Aceh”

ESDM SALURKAN GENSET DAN KOMPOR GAS UNTUK KORBAN BANJIR ACEH DAN SUMATERA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan darurat berupa seribu unit generator set dan tiga ribu unit kompor gas bagi warga terdampak bencana banjir di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera. Bantuan ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah untuk menjaga keberlangsungan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan atas arahan langsung Presiden. Pemerintah berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya negara agar masyarakat tetap memiliki akses listrik dan energi untuk aktivitas sehari-hari.

“Atas arahan Bapak Presiden, kami mengerahkan seluruh kekuatan negara. Kementerian ESDM hari ini mengirimkan seribu unit genset dengan kapasitas rata-rata lima hingga tujuh kVA,” ujar Bahlil. Genset tersebut diprioritaskan untuk daerah yang belum teraliri listrik akibat kerusakan infrastruktur.

Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Pengiriman dilepas dari Lanud Halim Perdanakusuma sebagai pusat logistik nasional.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi, menjelaskan bahwa total lima pesawat Hercules dikerahkan. Setiap pesawat mengangkut sekitar 200 unit genset untuk memastikan distribusi berjalan cepat dan merata.

Rinciannya, dua pesawat mendarat di Lhokseumawe, dua pesawat di Rembele, dan satu pesawat di Banda Aceh. Penentuan lokasi pendaratan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan akses wilayah terdampak bencana.

Selain genset, pengiriman tiga ribu unit kompor gas diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan memasak di tengah keterbatasan pasokan energi. Pemerintah menilai bantuan energi bersifat krusial agar aktivitas rumah tangga, layanan kesehatan, dan pos pengungsian dapat berfungsi optimal.

Melalui langkah ini, pemerintah menegaskan komitmen hadir di tengah masyarakat pada masa pemulihan. Kementerian ESDM bersama instansi terkait akan terus memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan, hingga situasi kembali normal dan pasokan listrik permanen dapat dipulihkan sepenuhnya.

ESDM LANJUTKAN INTERVENSI ENERGI, PASOK BBM UNTUK GENSET KORBAN BENCANA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan pengiriman seribu generator set ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera merupakan tahap awal intervensi sektor energi. Seluruh pesawat yang diterjunkan dalam misi kemanusiaan ini secara khusus membawa bantuan genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah tidak akan berhenti pada tahap pertama. Selama infrastruktur kelistrikan di daerah terdampak belum sepenuhnya pulih, kementerian akan terus melakukan intervensi tambahan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Seribu genset yang dikirimkan saat ini masih tahap pertama. Selama listrik belum pulih, kami akan terus mengirim bantuan serupa,” ujar Bahlil. Ia menekankan bahwa langkah tersebut penting untuk menjaga aktivitas dasar masyarakat, termasuk penerangan, layanan kesehatan, dan kebutuhan pengungsian.

Selain penyediaan genset, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar agar seluruh unit dapat beroperasi optimal. Untuk itu, Kementerian ESDM membentuk tim terpadu bersama Pertamina Patra Niaga guna menjamin pasokan solar bagi seluruh genset yang telah didistribusikan.

“Teman-teman Pertamina Patra Niaga yang akan memasok BBM-nya agar saudara-saudara kita yang terkena musibah bisa segera merasakan kehadiran negara, khususnya di sektor energi,” kata Bahlil. Pasokan BBM tersebut disiapkan secara berkelanjutan agar tidak terjadi gangguan operasional di lapangan.

Melalui koordinasi lintas lembaga ini, pemerintah berupaya memastikan layanan energi tetap tersedia selama masa pemulihan. Intervensi berkelanjutan di sektor kelistrikan diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat hingga infrastruktur permanen kembali berfungsi normal.

“Baca Juga : Prabowo Terima Laporan Hunian Pengungsi di Sumatera”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *