nyingmavolunteer -Pemerintah secara resmi menghubungkan 1.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ekonomi kreatif di Bali dengan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di tengah tantangan global.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengatakan akad massal KUR ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi akses keuangan bagi pelaku usaha kecil. “Terjadi akad KUR 1.000 UMKM, ini bukti bahwa Menteri UMKM dan Menteri Ekraf terus hadir berusaha melayani agar melalui BRI dan bank-bank lainnya terus memberikan akses permodalan keuangan kepada UMKM kita,” ujarnya di Kabupaten Badung, Rabu (13/5/2026) .
Muhaimin menekankan bahwa bantuan KUR sangat penting mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. “UMKM adalah pahlawan ekonomi nasional karena menopang 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya . Ia mengajak seluruh kementerian, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi total memberikan pelayanan memadai .
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, merinci bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 penerima KUR dengan subsektor terbesar dari kuliner, fesyen, dan kriya. Secara spesifik, sebanyak 239 pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses KUR dengan total nilai mencapai Rp37,99 miliar .
Baca juga:Pemerintah Kaji Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga BBM dan Subsidi Energi
Stagnasi Industri Harus Dihadapi dengan Kolaborasi, UMKM adalah Pahlawan Ekonomi
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, kegiatan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar di Universitas Udayana, Bali, menunjukkan komitmen pemerintah untuk berkolaborasi. Tujuannya adalah memfasilitasi agar ekosistem UMKM tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global.
Pemerintah bertekad untuk terus mencari jalan keluar. Di tengah himpitan ekonomi dunia, UMKM dan ekonomi kreatif harus tetap tumbuh bahkan naik kelas. “15 tahun terakhir industri kita mengalami berbagai hambatan. Kita tahu pahlawan yang akan memberikan solusi ekonomi adalah UMKM yang menopang di tengah keadaan industri yang stagnasi,” tegas Muhaimin.
Ia menambahkan bahwa stagnasi dunia usaha harus dihadapi secara kolektif. Caranya adalah dengan kolaborasi lintas sektor yang mampu menumbuhkan produktivitas. Langkah ini sekaligus meningkatkan kelas seluruh pelaku UMKM, mulai dari usaha mikro hingga menengah.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, memberikan rincian teknis. Dalam kegiatan kali ini, pemberian KUR difokuskan secara khusus kepada UMKM ekonomi kreatif di Bali. Lembaga penyalur yang terlibat cukup beragam dan solid, meliputi:
- Bank BRI (bank plat merah dengan jaringan terluas)
- Bank BPD Bali (bank daerah sebagai ujung tombak layanan lokal)
- KSP Guna Prima Dana (koperasi simpan pinjam)
- Pegadaian (menjangkau usaha mikro dengan agunan mudah)
- Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank Mandiri Taspen.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan bahwa permodalan bukan lagi penghalang bagi pengembangan usaha kecil. Dengan melibatkan bank daerah dan koperasi, pemerintah memastikan penyaluran tidak tersentralisasi di Pulau Jawa.
Penyaluran KUR Nasional Capai Rp102,8 Triliun untuk 1,6 Juta Debitur, Rp8,9 Triliun untuk Ekraf
Menko PM Muhaimin Iskandar memaparkan data makro capaian program Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional. Jika dihitung sejak 1 Januari 2026, program KUR dari berbagai lembaga keuangan telah menjangkau 1,6 juta debitur. Nilai akumulasi penyaluran mencapai Rp102,8 triliun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 8 persen atau tepatnya Rp8,9 triliun tersalurkan ke sektor ekonomi kreatif (Ekraf). Angka ini menunjukkan bahwa meskipun didominasi sektor perdagangan dan pertanian, pemerintah serius mendorong industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi masa depan.
Sementara untuk skala Provinsi Bali, capaian KUR tahun 2026 sangat impresif. Telah mencapai Rp4,1 triliun yang menjangkau 49.800 debitur UMKM. Khusus penyaluran kepada pelaku ekonomi kreatif di Bali mencapai Rp597 miliar.
Respons Wakil Gubernur Bali
Atas realisasi kegiatan akad massal dan capaian positif ini, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam. Ia membandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. “Pada tahun 2025 lalu, penyaluran KUR di Bali sebanyak Rp10,6 triliun yang menyentuh 103.549 debitur,” ujarnya.
Meskipun target tahun 2026 lebih rendah secara nominal, Giri Prasta menekankan bahwa kehadiran kementerian/lembaga sebagai penghubung dan fasilitator di tahun ini memberikan dampak kualitatif yang berbeda. “Kehadiran ini akan semakin memperkuat akses permodalan, khususnya di sektor ekonomi kreatif yang memang menjadi penopang utama ekonomi Bali,” tegasnya.
Baca juga:BI Sebut Jumlah Uang Palsu Menurun dalam Tiga Tahun Terakhir




Leave a Reply