nyingmavolunteer – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus mengembangkan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini berada di lapangan South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan. Kedalaman perairan di lokasi pengembangan mencapai 50 hingga 60 meter.
“Pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lapangan lepas pantai South Mahakam terus berproses,” ujar General Manager PT PHM Setyo Sapto Edi, Senin (30/3), ketika ditanya mengenai produksi migas di Balikpapan.
Kapasitas dan Tahap Pengembangan Proyek
Fasilitas yang dibangun untuk proyek Manpatu dirancang mampu menangani aliran gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kapasitas ini akan berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan gas nasional. Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam meningkatkan produksi hulu migas.
Saat ini proyek memasuki tahap pemindahan kerangka anjungan (load out jacket) dari fasilitas pembuatan (fabrikasi). Proses load out dilakukan di PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026. Tahap ini merupakan bagian penting dalam konstruksi infrastruktur lepas pantai.
Komitmen PHM dalam Ketahanan Energi
PHM berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi migas di wilayah kerja Mahakam. Pengembangan sumur eksplorasi Manpatu menunjukkan keseriusan perusahaan dalam meningkatkan produksi gas bumi. Wilayah kerja Mahakam dikenal sebagai salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia.
Proyek ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target produksi migas nasional. Dengan tambahan pasokan gas dari proyek Manpatu, diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri dan energi dalam negeri. Ke depan, PHM akan terus melanjutkan tahapan pengembangan hingga fasilitas siap beroperasi secara komersial.
“Baca Juga : TNI Beri KPLB ke Prajurit Berprestasi di Kancah Internasional“
Pertamina Hulu Mahakam Kembangkan Sumur Eksplorasi Manpatu di Lepas Pantai Balikpapan
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus mengembangkan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini berada di lapangan South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan. Kedalaman perairan di lokasi pengembangan mencapai 50 hingga 60 meter.
“Pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lapangan lepas pantai South Mahakam terus berproses,” ujar General Manager PT PHM Setyo Sapto Edi, Senin (30/3), ketika ditanya mengenai produksi migas di Balikpapan.
Tahap Load Out Jacket dan Target Instalasi
Proyek Manpatu memasuki tahap pemindahan kerangka anjungan (load out jacket) dari fasilitas fabrikasi di PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026. Tahap ini menjadi langkah awal sebelum kerangka tersebut dikirim (sail away) dan dipasang di wilayah operasi Mahakam di Selat Makassar. Wilayah tersebut masuk lingkup perairan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Bagian atas anjungan (topside) dijadwalkan menyusul pada pertengahan April 2026. Instalasi seluruh platform ditargetkan selesai pada awal kuartal III tahun ini, sekitar Juli hingga pertengahan Agustus 2026. “Ada juga konstruksi bagian atas dengan total bobot sekitar 2.400 ton, serta juga dipasang pipa bawah laut sepanjang sekitar 2,5 kilometer dan mengebor 11 sumur pengembangan,” katanya.
Kapasitas Produksi dan Penggunaan Komponen Lokal
Fasilitas yang dibangun untuk proyek Manpatu dirancang mampu menangani aliran gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam meningkatkan produksi hulu migas. Proyek Manpatu mencatatkan kemajuan penggunaan komponen lokal untuk pertama kali di area Mahakam. Pipa produksi yang digunakan merupakan buatan dalam negeri secara penuh, mulai dari pipa bawah laut hingga sambungan pipa di anjungan.
Komitmen Keselamatan dan Target Produksi
PT PHM melaporkan lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (lost time incident/LTI) hingga Maret 2026. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap aspek keselamatan kerja. Proyek Manpatu termasuk program jalur cepat (fast track) karena dikerjakan dengan jadwal ketat sejak penemuan gas pada 2022. Fasilitas Manpatu ditargetkan mulai produksi (onstream) pada kuartal I 2027.
PHM merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola operasi migas di wilayah kerja Mahakam. Warga Kalimantan Timur mengenal wilayah ini sebagai Total Indonesie, perusahaan Indonesia dengan modal dan teknologi dari Total, Prancis, sebelum 2017. Dengan tambahan pasokan gas dari proyek Manpatu, diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri dan energi dalam negeri.
“Baca Juga : KAI Tekankan Peran Kereta Api untuk Konektivitas Nasional“




Leave a Reply