Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70%

Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70%

nyingmavolunteer – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mulai meningkatkan porsi impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat sejak Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global, terutama menyusul eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan AS yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia .

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 70% sumber impor LPG Indonesia berasal dari AS. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di level 57% . “Dengan Amerika, saat ini untuk LPG, sesudah ada transaksi sejak Januari. 70% sourcing LPG kita itu dari Amerika dan 70% tersebut bukan menggunakan proses tunjuk langsung, tetapi tetap mengikuti proses prosedur dengan lelang,” kata Mars Ega di Rest Area KM397A Batang-Semarang, Rabu (18/3/2026) .

Realisasi Kesepakatan Energi RI-AS

Peningkatan impor LPG ini merupakan implementasi dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS yang telah disepakati sebelum memanasnya konflik di Timur Tengah. Dalam perjanjian tersebut, nilai impor komoditas energi dari AS mencapai US$ 15 miliar . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merinci bahwa alokasi impor tersebut mencakup BBM olahan sebesar US$ 7 miliar, minyak mentah US$ 4,5 miliar, dan LPG senilai US$ 3,5 miliar .

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menambah total volume impor nasional. “15 miliar USD yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti kita menambah volume impor. Namun, kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara, di antaranya negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan, neraca komoditas pembelian BBM kita dari luar negeri tetap sama. Hanya saja sumbernya kita geser,” kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026) .

Transparansi Proses Pengadaan

Meskipun terjadi pergeseran sumber pasokan, Pertamina menegaskan bahwa seluruh proses impor tetap mengedepankan prinsip transparansi dan persaingan sehat. Mars Ega menekankan bahwa peningkatan impor LPG dari AS dilakukan melalui mekanisme lelang, bukan penunjukan langsung .

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, bahwa seluruh proses impor akan tetap terbuka dan sesuai aturan yang berlaku. “Sekali lagi semua proses kita lakukan secara terbuka untuk menjamin semua aturan dengan baik,” ucap Simon dalam konferensi pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026) .

Diversifikasi Sumber untuk Ketahanan Energi

Langkah diversifikasi sumber impor ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik. Indonesia diketahui mengimpor LPG sekitar 7 juta ton per tahun . Selama ini, selain dari AS, Indonesia juga mengimpor LPG dari Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Kuwait, dan Algeria .

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa selain LPG, Pertamina juga akan mendorong peningkatan impor minyak mentah dari AS. Sementara untuk produk olahan minyak akan dilakukan penjajakan dengan mitra-mitra di Amerika . “Kami juga terus melakukan upaya-upaya agar kita dapat meningkatkan produksi lifting kita yang kita ketahui bersama kita mengalami natural decline dan tentunya butuh terobosan-terobosan. Untuk memenuhi gap saat ini tentunya kita masih membutuhkan impor,” kata Simon .

Perjanjian yang Saling Menguntungkan

Simon menegaskan bahwa kesepakatan kerja sama ini dirancang sebagai langkah yang saling menguntungkan bagi kedua negara. “Perjanjian kerja sama ini adalah untuk win-win. Jadi untuk kebaikan dan kemajuan kedua negara. Dengan demikian, kedua negara sangat menghormati regulasi dan aturan yang berlaku di masing-masing negara,” tuturnya .

Dengan strategi ini, pemerintah berharap ketahanan energi nasional tetap terjaga sekaligus memperkuat hubungan dagang bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Adapun proses eksekusi penuh dari kesepakatan ini diperkirakan akan berjalan setelah finalisasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu 90 hari sejak perjanjian disetujui .

“Baca Juga : Kandas di Orleans Masters, Raymond/Joaquin Evaluasi Fokus”

Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS Jadi 70%, Strategi Mitigasi Risiko Konflik Global

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) meningkatkan porsi impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat menjadi 70% sejak Januari 2026. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan bahwa langkah ini tidak lepas dari upaya mitigasi risiko akibat eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan AS yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global .

“Dan Alhamdulillah ini bisa diselesaikan, masing-masing country, baik Indonesia maupun Amerika, saling menghormati prosedur dari masing-masing negara,” tegas Mars Ega di Rest Area KM397A Batang-Semarang, Rabu (18/3/2026) . Peningkatan impor ini signifikan dari posisi sebelumnya yang hanya 57% dari total kebutuhan impor nasional .

Implementasi Kesepakatan Dagang RI-AS

Peningkatan impor LPG ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS yang telah disepakati sebelum memanasnya konflik di Timur Tengah. Dalam perjanjian tersebut, nilai impor komoditas energi dari AS mencapai US$15 miliar . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merinci alokasi impor tersebut mencakup BBM olahan sebesar US$7 miliar, minyak mentah US$4,5 miliar, dan LPG senilai US$3,5 miliar .

Pergeseran Sumber, Bukan Penambahan Volume

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menambah total volume impor nasional. “15 miliar USD yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti kita menambah volume impor. Namun, kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara, di antaranya negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan, neraca komoditas pembelian BBM kita dari luar negeri tetap sama. Hanya saja sumbernya kita geser,” kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026) .

Transparansi dan Proses Lelang

Meskipun terjadi pergeseran sumber pasokan, Pertamina menegaskan bahwa seluruh proses impor tetap mengedepankan prinsip transparansi. Mars Ega menekankan bahwa peningkatan impor LPG dari AS dilakukan melalui mekanisme lelang, bukan penunjukan langsung . Hal ini memastikan proses pengadaan tetap kompetitif dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Diversifikasi untuk Ketahanan Energi

Diversifikasi sumber impor ini menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Indonesia diketahui mengimpor LPG sekitar 7 juta ton per tahun. Selain dari AS, Indonesia juga mengimpor LPG dari Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Kuwait, dan Algeria . Dengan memanfaatkan pasokan dari AS, Pertamina berupaya mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah yang rawan konflik.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan ini dirancang sebagai langkah yang saling menguntungkan bagi kedua negara. “Perjanjian kerja sama ini adalah untuk win-win. Jadi untuk kebaikan dan kemajuan kedua negara,” ujarnya . Dengan strategi ini, pemerintah berharap ketahanan energi nasional tetap terjaga sekaligus memperkuat hubungan dagang bilateral Indonesia-Amerika Serikat.

“Baca Juga : Amazon Tengah Kembangkan Ponsel Bertenaga AI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *