PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp73.950 dan Telur Rp33.450

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp73.950 dan Telur Rp33.450

nyingmavolunteer –  Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional tercatat masih berfluktuasi. Data terbaru dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, pada Sabtu pagi.

Berdasarkan pembaruan data PIHPS pukul 08.48 WIB, harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp73.950 per kilogram. Komoditas ini masih menjadi salah satu bahan pangan dengan harga tertinggi di pasar eceran. Sementara itu, telur ayam ras dijual pada kisaran Rp33.450 per kilogram.

Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, PIHPS juga mencatat harga bawang merah berada di level Rp52.350 per kilogram. Adapun bawang putih tercatat diperdagangkan dengan harga Rp39.800 per kilogram di tingkat nasional.

Untuk komoditas beras, harga bervariasi sesuai kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.300 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II mencapai Rp14.850 per kilogram. Pada kategori medium, beras kualitas medium I dijual Rp15.700 per kilogram dan medium II Rp15.400 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas super masih berada di atas kategori lainnya. Beras kualitas super I tercatat Rp16.850 per kilogram, sedangkan super II berada di harga Rp16.350 per kilogram. Perbedaan harga ini mencerminkan variasi mutu dan distribusi di pasar.

Untuk kelompok cabai lainnya, PIHPS mencatat cabai merah besar dijual Rp51.550 per kilogram. Cabai merah keriting berada di harga Rp50.650 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp58.950 per kilogram.

Pembaruan harga dari PIHPS ini menjadi rujukan penting bagi masyarakat dan pemangku kebijakan. Ke depan, pemantauan harga secara berkala diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi pangan nasional.

“Baca Juga : Masa Depan Maguire–Casemiro di Manchester United Masih Kabur

HARGA CABAI RAWIT MERAH DAN TELUR AYAM JADI INDIKATOR DINAMIKA PANGAN

Pergerakan harga pangan nasional kembali menjadi perhatian menjelang periode konsumsi tinggi. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia melaporkan kenaikan harga pada sejumlah komoditas utama di tingkat pedagang eceran.

Berdasarkan data PIHPS terbaru, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp73.950 per kilogram. Angka ini menempatkan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas hortikultura dengan harga tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan pasokan yang masih terjadi di beberapa wilayah sentra produksi.

Selain cabai, harga telur ayam ras juga tercatat berada pada level Rp33.450 per kilogram. Telur ayam menjadi sumber protein utama masyarakat, sehingga pergerakan harganya kerap dijadikan indikator penting dalam mengukur daya beli dan stabilitas pangan rumah tangga.

PIHPS juga mencatat harga bawang merah berada di kisaran Rp52.350 per kilogram, sedangkan bawang putih tercatat Rp39.800 per kilogram. Kedua komoditas ini memiliki peran penting dalam konsumsi harian, terutama di sektor rumah tangga dan usaha kuliner.

Pada komoditas beras, harga masih relatif stabil dengan variasi sesuai kualitas. Beras kualitas bawah berada pada kisaran Rp14.300 hingga Rp14.850 per kilogram. Beras kualitas medium tercatat di rentang Rp15.400 hingga Rp15.700 per kilogram, sementara beras kualitas super mencapai Rp16.350 hingga Rp16.850 per kilogram.

Untuk kelompok cabai lainnya, harga cabai merah besar tercatat Rp51.550 per kilogram. Cabai merah keriting berada di level Rp50.650 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp58.950 per kilogram. Variasi harga ini menunjukkan perbedaan pasokan dan permintaan di berbagai daerah.

Data harga dari PIHPS menjadi rujukan penting bagi pemerintah dan pelaku pasar dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi pangan. Ke depan, stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi diharapkan mampu menahan gejolak harga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

HARGA DAGING, GULA, DAN MINYAK GORENG MENJADI BAROMETER DAYA BELI

Perkembangan harga pangan strategis lainnya turut mencerminkan kondisi daya beli masyarakat. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan pergerakan harga pada komoditas protein hewani, gula, dan minyak goreng di tingkat pedagang eceran.

Harga daging ayam ras tercatat berada di level Rp44.950 per kilogram. Komoditas ini menjadi sumber protein utama masyarakat dan memiliki peran penting dalam menjaga konsumsi gizi rumah tangga. Stabilitas harga daging ayam menjadi perhatian karena permintaannya relatif tinggi sepanjang tahun.

Sementara itu, harga daging sapi kualitas I tercatat Rp140.750 per kilogram. Untuk daging sapi kualitas II, PIHPS mencatat harga Rp130.850 per kilogram. Perbedaan harga ini mencerminkan variasi kualitas serta pasokan di pasar nasional.

Pada kelompok bahan pangan olahan, harga gula pasir kualitas premium tercatat sebesar Rp20.100 per kilogram. Adapun gula pasir lokal berada di kisaran Rp18.250 per kilogram. Gula menjadi komoditas penting bagi rumah tangga maupun industri makanan dan minuman.

Komoditas minyak goreng juga menunjukkan variasi harga. Minyak goreng curah tercatat Rp19.300 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek berada di level Rp23.000 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.750 per liter.

Pergerakan harga daging, gula, dan minyak goreng ini menjadi indikator penting dalam memantau inflasi pangan. Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan terus menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi agar stabilitas harga tetap terjaga, terutama menjelang periode konsumsi yang meningkat.

“Baca Juga : Persela Lamongan Segera Umumkan Pelatih Baru, Kata Penasihat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *