Rusia Bantah Klaim Trump soal Harimau Kertas

Rusia Bantah Klaim Trump soal “Harimau Kertas”

nyingmavolunteer – Pemerintah Rusia kembali menegaskan sikapnya untuk melanjutkan perang melawan Ukraina. Kremlin menolak klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Rusia hanya sebagai “harimau kertas”. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan pihak yang terlihat kuat, tetapi sebenarnya rapuh dan mudah dikalahkan.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa pernyataan Trump tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ia menekankan bahwa Rusia akan terus melanjutkan ofensif militernya demi mencapai tujuan nasional. Peskov juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat jangka panjang dan tidak dapat dinegosiasikan.

“Kami tidak punya alternatif lain,” kata Peskov dalam wawancara dengan stasiun radio RBC. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari kepentingan strategis Rusia, yang akan berdampak bagi generasi saat ini maupun yang akan datang.

“Baca Juga: Bareskrim Tetapkan 959 Tersangka Demo, 295 Pelajar”

Sementara itu, sehari sebelumnya, Trump menggelar pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela Sidang Umum PBB. Dalam pertemuan tersebut, Trump menegaskan dukungannya bagi Ukraina untuk merebut kembali seluruh wilayah yang kini diduduki Rusia. Ia bahkan menyatakan bahwa Ukraina berada dalam posisi yang lebih kuat untuk melanjutkan perlawanan.

Pertukaran pernyataan ini memperlihatkan semakin tajamnya perbedaan pandangan antara Washington dan Moskow mengenai arah konflik. Bagi Rusia, perang tetap menjadi pilihan strategis, sementara AS justru terus menguatkan dukungan pada Ukraina. Situasi ini menandakan bahwa peluang untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat masih sangat kecil.

Rusia Rusia Bantah Klaim dan Balas Sindiran Trump soal “Harimau Kertas”

Menanggapi pernyataan tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak keras penilaian Trump. Ia menyebut Rusia lebih tepat disebut sebagai “beruang” yang tetap kuat meski menghadapi perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi. Peskov menegaskan bahwa perang tetap menjadi bagian dari strategi nasional Rusia yang tidak bisa dinegosiasikan.

“Baca Juga: Roy Suryo Datangi Kemendikdasmen Pertanyakan Ijazah Gibran”

Selain itu, Peskov juga mengejek upaya Trump untuk membangun kembali hubungan diplomatik dengan Rusia. Ia menyinggung pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Trump di Alaska bulan lalu, yang menurutnya menghasilkan “nyaris nol” kemajuan nyata.

Pertukaran sindiran ini menunjukkan betapa jauhnya perbedaan persepsi antara kedua negara terkait arah perang Ukraina. Rusia berupaya menampilkan keteguhan, sementara Trump menggambarkan Moskow semakin lemah. Kondisi ini memperlihatkan konflik tidak hanya berlangsung di medan perang, tetapi juga dalam narasi politik global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *