nyingmavolunteer – Rusia Tolak Otoritas AS, Persaingan merancang resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Gaza semakin memanas. Rusia secara resmi mengedarkan sebuah draf resolusi tandingan untuk menantang proposal yang dipelopori Amerika Serikat. Proposal Rusia dengan tegas menghapus semua referensi tentang otoritas transisi di Gaza yang pernah diusung mantan Presiden AS Donald Trump. Sebagai gantinya, Moskow meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk menguraikan opsi-opsi pembentukan pasukan stabilisasi internasional.
Draf resolusi Rusia tersebut memperkuat dukungan bagi solusi dua negara. Teks itu secara eksplisit mendukung pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdampingan dengan Israel. Rancangan Rusia juga menekankan bahwa Tepi Barat dan Gaza harus bersatu di bawah pemerintahan Otoritas Palestina. Pemerintah Kremlin menegaskan bahwa resolusi DK PBB harus menegaskan kembali komitmen fundamental terhadap solusi dua negara.
“Baca Juga: Intelijen Ukraina Ungkap Rusia Produksi 120.000 Drone Bom untuk Perang Ukraina”
Ketentuan-ketentuan utama yang diusung Rusia ini sama sekali tidak tercantum dalam draf resolusi Amerika Serikat. Perbedaan mendasar inilah yang mendorong Rusia mengedarkan teksnya sendiri. Tujuan Rusia adalah mengubah konsep AS dan menyesuaikannya dengan keputusan-keputusan Dewan Keamanan PBB yang telah ada sebelumnya. Langkah ini mempertajam perbedaan pendekatan antara kedua kekuatan dunia dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina pascaperang.
Rusia Klaim Resolusi Tak Bertentangan dengan Rencana AS
Misi Rusia di PBB menegaskan bahwa proposal mereka tidak bertentangan dengan inisiatif Amerika. Mereka justru mengakui peran kunci mediator AS, Qatar, Mesir, dan Turki. Rusia menyatakan gencatan senjata dan pembebasan sandera tidak akan terwujud tanpa upaya negara-negara tersebut. Mereka juga menyambut baik poin dalam rencana Trump yang berhasil dicapai. Poin itu mencakup gencatan senjata, pertukaran tahanan, dan pengiriman bantuan kemanusiaan.
“Baca Juga: Ungkap Motif Pembunuh Sopir Taksi Online Tinggalkan Mobil Curian di Tol Sentul”
Dua Resolusi Bersaing Akan Masuk Tahap Voting
Amerika Serikat dan delapan negara pendukung mendorong adopsi cepat draf resolusi AS. Mereka mendesak 15 anggota DK PBB untuk segera menyetujuinya. Kedua draf dari AS dan Rusia diperkirakan akan memasuki tahap pemungutan suara awal pekan depan. Analisis memperkirakan rencana AS dapat mengumpulkan sembilan suara yang dibutuhkan. Rusia dan Tiongkok kemungkinan akan memilih abstain daripada memveto proposal tersebut.




Leave a Reply