Jorge Lorenzo Ungkap Soal Insiden Sepang Rossi vs Marquez

Jorge Lorenzo Ungkap Soal Insiden Sepang Rossi vs Marquez

nyingmavolunteer – Jorge Lorenzo ungkap secara blak-blakan mengenai insiden legendaris Sepang Clash antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015. Mantan pembalap Yamaha itu menilai insiden tersebut bukan kecelakaan biasa, melainkan tindakan yang disengaja dan mencerminkan sikap tidak sportif dari Rossi.

MotoGP baru-baru ini merilis video dokumenter berdurasi 26 menit berjudul Sepang Clash, yang menyoroti ketegangan antara Rossi dan Marquez. Video tersebut menampilkan kronologi lengkap sebelum, saat, dan sesudah kejadian kontroversial di Sirkuit Sepang. Dalam video itu, terlihat bagaimana suasana memanas sejak sesi kualifikasi, di mana Rossi menuduh Marquez sengaja menghalangi jalannya menuju gelar juara dunia.

“Baca Juga: KPK Resmi Tetapkan Bupati Ponorogo Jadi Tersangka Korupsi”

Puncak ketegangan terjadi saat balapan utama. Rossi dan Marquez terlibat duel sengit di lap ketujuh, tepat di tikungan 13. Saat itu, Rossi tampak mendekat ke arah Marquez sebelum pembalap asal Spanyol itu terjatuh secara tiba-tiba. Kejadian tersebut memicu perdebatan besar di dunia MotoGP — sebagian pihak menilai Rossi melakukan kontak fisik hingga membuat Marquez tersungkur, sementara lainnya menganggapnya sebagai insiden balapan biasa.

Lorenzo menilai peristiwa itu tidak hanya mencoreng semangat sportivitas, tetapi juga meninggalkan noda dalam sejarah MotoGP modern. “Semua orang bisa melihat sendiri. Itu bukan sekadar kesalahan teknis, ada unsur kesengajaan,” ujar Lorenzo dalam wawancara terbaru. Menurutnya, apa yang dilakukan Rossi saat itu menandai momen paling panas dan kontroversial dalam rivalitas MotoGP era modern, di mana emosi dan ego pembalap mencapai puncaknya.

Lorenzo Sebut Rossi Sengaja Tendang Marquez dan Tak Sportif

Jorge Lorenzo mengenang kembali momen panas di MotoGP Malaysia 2015 yang dikenal sebagai Sepang Clash. Ia menegaskan bahwa tindakan Valentino Rossi terhadap Marc Marquez bukan insiden biasa. Tiga kali juara dunia MotoGP itu menyebut Rossi dengan sengaja menendang Marquez dan menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap sportivitas.

“Melihat mereka berdua enam meter dari jalur balapan, Rossi menatap Marquez dan menggerakkan kakinya. Itu jelas disengaja,” ujar Lorenzo dalam wawancara dengan Motosan pada Senin (10/11/2025). Ia menambahkan, jika hal seperti itu dilakukan pembalap kelas Moto3, lisensinya bisa langsung dicabut. Bagi Lorenzo, momen itu menunjukkan betapa tingginya tensi dan ego dalam perebutan gelar dunia saat itu. Insiden tersebut tidak hanya merugikan Marquez, tetapi juga mencoreng citra MotoGP sebagai ajang balap profesional.

“Baca Juga: Sopir Truk Bali Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Pesan untuk Anak”

Dihujani Cacian, Lorenzo dan Marquez Dapat Pengamanan Khusus

Setelah insiden itu, Dani Pedrosa berhasil memenangkan balapan, sementara Lorenzo finis kedua dan Rossi di posisi ketiga. Namun, bukan podium yang jadi sorotan, melainkan reaksi publik terhadap para pembalap Spanyol tersebut. Lorenzo mengaku menerima banyak hinaan dan caci maki dari para penggemar Rossi.

“Mereka menugaskan pengawal khusus untuk Marc dan saya. Sembilan puluh persen orang menghina kami,” ungkapnya. Lorenzo bahkan harus memakai headphone sepanjang waktu agar tak mendengar teriakan penonton. MotoGP kemudian menjatuhkan sanksi tiga poin penalti kepada Rossi, memaksanya memulai balapan berikutnya dari posisi paling belakang. Akibat hukuman itu, Rossi gagal merebut gelar juara dunia kesepuluhnya. Gelar juara musim 2015 akhirnya jatuh ke tangan Jorge Lorenzo, rekan setimnya di Movistar Yamaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *