Hyundai Tahan Harga Mobil Meski Biaya Produksi Naik

Hyundai Tahan Harga Mobil Meski Biaya Produksi Naik

  • nyingmavolunteer – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan belum akan menaikkan harga jual kendaraan di tengah kenaikan sejumlah komponen biaya produksi. Faktor yang mempengaruhi antara lain harga plastik dan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Sejauh ini, walaupun di luar dari harga plastik kemudian exchange rate kita juga perhatikan di atas Rp17.000, ada beberapa faktor yang juga naik,” kata Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, Kamis. “Tapi Hyundai bisa mempertahankan sampai dengan saat ini dan kita tidak ada niat untuk menaikkan harga,” tegasnya.

Langkah Efisiensi Internal

Hyundai menyebut kenaikan biaya produksi tersebut diatasi melalui berbagai langkah efisiensi internal. Perbaikan dilakukan baik pada proses manufaktur maupun distribusi. Dengan demikian, dampak kenaikan biaya tidak perlu dibebankan kepada konsumen. Jaringan diler pun tidak terkena beban tambahan.

“Itu mungkin bisa diserap dengan beberapa peningkatan yang dilakukan di dalam manufaktur proses dan juga di dalam distributor proses,” ujar Fransiscus. “Dan tidak akan membebankan diler juga,” lanjutnya.

Komitmen Jaga Stabilitas Pasar

Menurut Hyundai, strategi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan. Tujuannya adalah menjaga stabilitas pasar otomotif nasional. Dengan tidak menaikkan harga, daya beli masyarakat tetap terjaga. Hal ini penting di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan.

Kebijakan Berkelanjutan

Terkait sampai kapan kebijakan ini dipertahankan, Hyundai menegaskan komitmennya. Perusahaan akan terus mengupayakannya selama memungkinkan. Pertimbangan utama adalah kepentingan konsumen dan kondisi industri secara keseluruhan. Hyundai berharap langkah ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

“Baca Juga : RI Cari Pasokan Bahan Baku Plastik Baru saat Krisis Global

Hyundai Pastikan Belum Naikkan Harga Jual di Tengah Kenaikan Biaya Produksi

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan belum akan menaikkan harga jual kendaraan di tengah kenaikan sejumlah komponen biaya produksi. Faktor yang mempengaruhi antara lain harga plastik dan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Sejauh ini, walaupun di luar dari harga plastik kemudian exchange rate kita juga perhatikan di atas Rp17.000, ada beberapa faktor yang juga naik,” kata Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, Kamis. “Tapi Hyundai bisa mempertahankan sampai dengan saat ini dan kita tidak ada niat untuk menaikkan harga,” tegasnya.

Langkah Efisiensi Internal

Hyundai menyebut kenaikan biaya produksi tersebut diatasi melalui berbagai langkah efisiensi internal. Perbaikan dilakukan baik pada proses manufaktur maupun distribusi. Dengan demikian, dampak kenaikan biaya tidak perlu dibebankan kepada konsumen. Jaringan diler pun tidak terkena beban tambahan.

“Itu mungkin bisa diserap dengan beberapa peningkatan yang dilakukan di dalam manufaktur proses dan juga di dalam distributor proses,” ujar Fransiscus. “Dan tidak akan membebankan diler juga,” lanjutnya.

Komitmen Jaga Stabilitas Pasar

Perusahaan juga berharap pasar otomotif nasional dapat kembali stabil di tengah berbagai tekanan ekonomi. “Kita akan terus lakukan demi konsumen kami,” imbuh Fransiscus. “Jadi agar industri otomotif kita juga tetap stabil,” lanjutnya.

Lonjakan Harga Plastik di Indonesia

Sebelumnya, harga plastik di Indonesia dilaporkan melonjak drastis. Kenaikan mencapai 30-70 persen pada April 2026. Bahkan beberapa jenis plastik mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Harga plastik kresek naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus (pak). Jenis plastik lain meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per bungkus. Kenaikan ini berdampak luas pada berbagai sektor industri, termasuk otomotif.

Langkah Pemerintah Pusat

Pemerintah Pusat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik. Langkah serupa juga disiapkan untuk berbagai komoditas lain yang terdampak. Penyebab utamanya adalah dinamika geopolitik global. Konflik di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama ketidakstabilan harga.

Komitmen Berkelanjutan Hyundai

Terkait sampai kapan kebijakan ini dipertahankan, Hyundai menegaskan komitmennya. Perusahaan akan terus mengupayakannya selama memungkinkan. Pertimbangan utama adalah kepentingan konsumen dan kondisi industri secara keseluruhan. Hyundai berharap langkah ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Dengan tidak menaikkan harga, daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Baca Juga : Mentan Ajak Kampus Kawal Inovasi Hilirisasi Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *