Lestari: Pembelajaran Daring untuk Hemat BBM Perlu Persiapan

nyingmavolunteer.org -Wakil Ketua Lestari Moerdijat menekankan bahwa pembelajaran daring perlu persiapan matang untuk mendukung upaya pemerintah menghemat bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dianggap strategis untuk mengurangi mobilitas siswa dan guru tanpa mengganggu kualitas pendidikan.

Lestari menjelaskan, persiapan matang dibutuhkan agar proses belajar-mengajar tetap efektif dan membuahkan hasil sesuai target. Hal ini mencakup kesiapan kurikulum, metode pengajaran, dan infrastruktur digital di sekolah.

“Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, menyinkronkan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya,” ujar Lestari. Pernyataan ini menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam implementasi pembelajaran daring.

Selain koordinasi, Lestari menyoroti pentingnya akses teknologi bagi seluruh siswa. Pemerintah harus memastikan jaringan internet memadai, perangkat belajar tersedia, dan guru siap menggunakan metode daring secara profesional. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan masih ada sekitar 15% siswa di wilayah terpencil yang mengalami keterbatasan akses internet.

Pembelajaran daring juga dinilai sebagai alternatif efisien dalam penghematan BBM. Dengan mengurangi kebutuhan transportasi harian siswa dan guru, konsumsi bahan bakar nasional dapat berkurang, sekaligus mendukung kebijakan energi berkelanjutan pemerintah.\

Baca juga:“Dubes Mesir Sampaikan Ucapan Idulfitri untuk Masyarakat Indonesia”

Lestari Tekankan Persiapan Matang PJJ untuk Hindari Masalah Seperti Saat Pandemi

Wakil Ketua Lestari Moerdijat menekankan pentingnya persiapan matang penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai strategi hemat BBM. Ia menekankan pengalaman masa pandemi COVID-19 harus menjadi pelajaran agar kualitas belajar tidak menurun.

Menurut Lestari, pada masa pandemi muncul sejumlah kendala, termasuk guru tidak siap, orang tua terbebani metode daring, dan hasil belajar murid menurun. “Jangan sampai kesalahan yang sama berulang sehingga penting untuk dipersiapkan secara matang,” ujar Lestari, yang juga anggota Komisi X DPR RI bidang pendidikan.

Selain kesiapan sumber daya manusia, Lestari menekankan sarana dan prasarana digital juga harus dipastikan. Infrastruktur yang memadai menjadi kunci keberhasilan PJJ agar semua siswa mendapatkan hak belajar yang setara.

Dalam konteks ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyalurkan papan interaktif digital, laptop, dan diska keras eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan pada 2025. Langkah ini bertujuan mendukung efektivitas pembelajaran daring di seluruh Indonesia.

Persiapan infrastruktur digital yang matang tidak hanya mempermudah guru dan siswa, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi. Dengan mengurangi mobilitas fisik, penggunaan BBM dapat ditekan, mendukung strategi pemerintah untuk penghematan energi.

Lestari menekankan perlunya sinkronisasi kebijakan antara kementerian, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. Koordinasi ini memastikan setiap anak memperoleh akses belajar yang layak tanpa terkendala fasilitas atau jaringan internet.

Pemerintah Dorong Pembelajaran Hybrid untuk Hemat Energi dan Jaga Kualitas

Wakil Ketua Lestari Moerdijat menekankan keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas penting untuk mencetak generasi penerus berdaya saing tinggi. Langkah ini sejalan dengan strategi penghematan energi pemerintah di sektor publik.

Menurut Lestari, penerapan pembelajaran daring dan luring harus dipersiapkan matang agar tetap efektif dan inklusif. Setiap anak bangsa harus memperoleh hak belajar tanpa terkendala sarana maupun akses teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan, pemerintah tengah menyusun strategi penghematan energi sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya melalui penyesuaian metode pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran.

Praktikum atau kegiatan yang membutuhkan tatap muka tetap diarahkan dilaksanakan langsung di sekolah untuk menjaga kualitas pendidikan. Sementara mata pelajaran teoritis dapat diselenggarakan secara daring untuk menghemat energi, terutama konsumsi BBM dan listrik di sektor publik.

“Keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan,” ujar Lestari. Pernyataan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi energi dan kualitas pendidikan.

Data Kementerian Pendidikan menunjukkan sekitar 85% sekolah di perkotaan kini telah memiliki akses internet memadai dan perangkat digital, mendukung penerapan metode hybrid. Untuk wilayah terpencil, pemerintah menyiapkan program bantuan sarana digital agar tidak terjadi kesenjangan pembelajaran.

Strategi hybrid ini juga menjadi contoh koordinasi lintas instansi. Kementerian Pendidikan, kementerian energi, dan pemerintah daerah bekerja sama untuk menyesuaikan jadwal dan metode pembelajaran agar hemat energi, namun tetap memenuhi standar pendidikan nasional.

Secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran daring dan luring yang terencana dapat menjadi solusi ganda: mengurangi konsumsi energi sekaligus memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga. Ke depan, evaluasi rutin dan pengembangan infrastruktur digital akan menjadi kunci keberhasilan strategi ini di seluruh Indonesia.

Baca juga:“Hari Ini Cuaca Jakarta Diprediksi Cerah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *