nyingmavolunteer – Tim Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menemukan sejumlah bahan kimia usai olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam peristiwa ledakan di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/3/2026). Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto memimpin langsung konferensi pers di Mapolres Jember terkait perkembangan penyelidikan.
“Kami perlu melakukan ketelitian dan tidak terburu-buru dalam melakukan penyelidikan agar hasilnya akurat. Ada dugaan bahan-bahan dari zat kimia di lokasi, sehingga proses pengambilan barang bukti memerlukan peralatan khusus, jadi memerlukan ketelitian dan ketepatan,” kata Nanang.
Tim gabungan yang diterjunkan meliputi unit Penjinak Bom (Jibom), Tim Laboratorium Forensik (Labfor), dan Reserse Kriminal Umum (Reskrimum). Mereka bekerja melakukan olah TKP di lokasi ledakan dalam masjid untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
“Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kami tetap dalami untuk mengetahui apa penyebab ledakan itu. Langkah-langkah sesuai prosedur sudah dilakukan,” tuturnya.
Proses Penyelidikan dan Pengamanan
Aparat kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan lokasi. Langkah awal yang diambil meliputi sterilisasi area dengan memasang garis polisi (police line) agar warga tidak mendekati lokasi berbahaya. Setelah itu, tim gabungan melakukan olah TKP secara intensif dan mengumpulkan barang bukti.
Keterlibatan tim Jibom dan Labfor menunjukkan keseriusan polisi dalam menangani kasus ini. Dugaan adanya bahan kimia membutuhkan penanganan khusus agar proses pengambilan sampel tidak membahayakan petugas dan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap bahan kimia yang ditemukan. Belum dapat dipastikan apakah bahan tersebut merupakan residu ledakan atau komponen lain yang sengaja ditempatkan di lokasi.
Imbauan Kapolda
Kapolda Jatim mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi tidak jelas. Ia meminta warga menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada aparat kepolisian yang sudah bekerja sesuai prosedur.
“Kami akan transparan dalam mengungkap kasus ini. Masyarakat bisa memantau perkembangan melalui kanal resmi kepolisian,” imbuh Nanang.
Konteks Keamanan Jelang Lebaran
Peristiwa ledakan di tempat ibadah ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, saat umat Islam meningkatkan aktivitas keagamaan. Polda Jatim bersama aparat keamanan lainnya telah meningkatkan kewaspadaan di berbagai lokasi strategis termasuk rumah ibadah.
Masyarakat diimbau melaporkan segera jika melihat hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar. Partisipasi warga sangat membantu aparat dalam mencegah potensi gangguan keamanan.
Polisi menjamin akan mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap motif serta aktor di balik ledakan. Hasil penyelidikan akan diumumkan secara bertahap seiring perkembangan di lapangan.
“Baca Juga : Antisipasi Blokade Hormuz, Jepang Gunakan Cadangan Minyak”
Ledakan Misterius Saat Tarawih di Jember: Polisi Periksa Saksi dan Amankan CCTV
Sebuah ledakan misterius mengguncang Masjid Raya Pesona di Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa terjadi saat jamaah sedang melaksanakan shalat tarawih, menyebabkan kepanikan dan kerusakan sejumlah bagian masjid.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto mengungkapkan tim penyidik masih bekerja intensif mengumpulkan barang bukti di lokasi. Saat ditanya detail barang bukti yang diamankan, ia enggan merinci karena proses penyelidikan masih berlangsung. “Semua barang yang berada di sekitar ledakan dijadikan sebagai barang bukti,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Selasa (17/3/2026).
Pemeriksaan Saksi dan Rekaman CCTV
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi yang mengetahui peristiwa tersebut. Koordinasi dengan instansi terkait termasuk Ketua RT dan RW setempat juga dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam.
“Kami juga mengamankan rekaman CCTV yang berada di sekitar masjid untuk memberikan petunjuk kepada penyidik,” kata Nanang. Rekaman tersebut diharapkan dapat mengungkap siapa saja yang berada di lokasi sebelum ledakan terjadi.
Temuan awal menunjukkan adanya cairan di dalam jerigen yang masih didalami tim Labfor. Dugaan sementara, ledakan berasal dari lemari besi yang berada di dalam masjid. Namun polisi belum dapat memastikan kaitan antara cairan tersebut dengan sumber ledakan.
“Pembuktian ilmiah akan menjawab penyebab ledakan setelah dilakukan pendalaman terhadap penyelidikan kasus tersebut,” imbuhnya.
Dampak Ledakan dan Korban
Ledakan berkekuatan cukup keras tersebut mengakibatkan satu orang jamaah dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSD dr Soebandi Jember. Korban mengalami gangguan pendengaran akibat suara ledakan yang memekakkan telinga.
Selain korban jiwa, ledakan juga merusak sejumlah bagian masjid. Plafon mengalami kerusakan, beberapa rooster pecah, dan lemari besi diduga menjadi pusat ledakan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini meskipun ledakan terjadi saat masjid dipenuhi jamaah tarawih.
Proses Penyelidikan
Tim gabungan dari Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), dan Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) masih bekerja di lokasi. Mereka melakukan olah TKP secara teliti mengingat adanya dugaan bahan kimia di tempat kejadian.
“Kami belum bisa menyampaikan kapan hasil olah TKP akan keluar, namun Polda Jatim berusaha secepatnya,” tegas Nanang.
Kapolda memastikan aparat kepolisian sudah melakukan sterilisasi lokasi dengan memasang garis polisi agar warga tidak mendekat. Langkah ini penting untuk menjaga keutuhan barang bukti dan keamanan masyarakat.
Konteks Keamanan Jelang Lebaran
Peristiwa ledakan di rumah ibadah ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, saat aktivitas keagamaan meningkat. Polda Jatim bersama aparat keamanan lainnya telah meningkatkan kewaspadaan di berbagai lokasi strategis.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan melaporkan hal-hal mencurigakan ke aparat terdekat. Polisi berkomitmen mengungkap tuntas kasus ini untuk menjaga kondusivitas wilayah Jatim, khususnya selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Baca Juga : Trump Tegaskan Konflik dengan Iran Berlangsung Sesuai Kebutuhan”




Leave a Reply