nyingmavolunteer – Pusat Penerangan TNI mengerahkan prajurit Kodam XIII/Merdeka ke Sulawesi Utara. Mereka membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana di wilayah tersebut. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan hal ini di Jakarta, Kamis. Personel dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak, khususnya Kota Manado dan Kota Bitung.
“Berbagai upaya dilakukan, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembersihan puing-puing bangunan, hingga membantu masyarakat yang terdampak secara langsung,” kata Aulia. Tim gabungan dari Korem 131/Santiago dan Kodim 1309/Manado diterjunkan di Kota Manado. Satu satuan setingkat peleton (SST) dikerahkan untuk membersihkan material bangunan yang rusak. Salah satu lokasi pembersihan adalah di sekitar Gedung GOR KONI Sario.
Personel TNI juga membantu warga memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa. Kerusakan tersebar di beberapa titik di Kota Manado dan Bitung. Pendataan kerusakan terus dilakukan untuk memprioritaskan bantuan. Evakuasi korban berjalan cepat dengan bantuan personel lapangan. Masyarakat terdampak mendapat bantuan logistik dan perlindungan sementara.
Selain membersihkan puing-puing, TNI membantu membangun tenda pengungsian. Personel juga mendampingi warga yang kehilangan tempat tinggal. Dapur lapangan didirikan untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi. Tim kesehatan dari TNI turun ke lokasi untuk melayani warga sakit. Layanan kesehatan diberikan secara gratis bagi korban bencana.
Aulia memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan lancar. Bantuan terus dialirkan sesuai kebutuhan di lapangan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. TNI akan terus berada di lokasi hingga situasi pulih sepenuhnya. Semoga upaya ini meringankan beban warga yang tertimpa musibah. Pemulihan pascabencana menjadi prioritas bersama.
“Baca Juga : TNI Beri KPLB ke Prajurit Berprestasi di Kancah Internasional“
TNI Fokus Bantu Rumah Rusak Berat di Bitung dan Pantau Tsunami Kecil Pasca Gempa
TNI terus mengerahkan personel di Kota Bitung untuk menangani dampak gempa. Satu SST dari Kodim 1310/Bitung bersama personel Yonif TP 916/BS turun membantu masyarakat. “Kegiatan difokuskan pada penanganan rumah rusak berat,” terang Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah di Jakarta, Kamis. Personel juga memberikan imbauan kepada warga pasca terjadinya gelombang tsunami kecil.
Gelombang tsunami kecil terjadi di wilayah pesisir Lembeh dan Kasawari. Personel TNI segera mengimbau warga untuk waspada dan menjauhi pantai. Mereka juga memantau situasi di lokasi bencana secara berkala. Pemantauan ini untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Evakuasi warga di daerah rawan terus dilakukan.
Selain itu, personel membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Rumah-rumah dengan kerusakan berat menjadi prioritas utama. Warga yang kehilangan tempat tinggal mendapat bantuan tenda. Dapur lapangan didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Tim kesehatan juga disiagakan di lokasi pengungsian.
Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menyatakan kehadiran TNI sebagai wujud kepedulian. “Kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat,” ujarnya. TNI berkomitmen tetap berada di lokasi hingga situasi pulih. Koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan lancar.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Informasi resmi hanya berasal dari pemerintah dan TNI. Jangan percaya pada berita bohong yang dapat memicu kepanikan. Pemulihan pascabencana akan berlangsung secara bertahap. TNI akan terus mendampingi warga hingga rumah-rumah dapat ditempati kembali.
Pangdam XIII/Merdeka: Personel TNI Bantu Evakuasi hingga Pendataan Kerusakan Pasca Gempa di Sulut
Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menyatakan personel telah dikerahkan ke wilayah terdampak. “Kami telah mengerahkan personel di wilayah terdampak untuk membantu proses penanganan pascagempa,” ujar Mirza dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis. Mulai dari evakuasi, pembersihan, hingga pendataan kerusakan dilaksanakan secara terpadu. TNI bergerak cepat membantu pemerintah daerah di Sulawesi Utara.
Di Kota Manado, satu satuan setingkat peleton dari Korem 131/Santiago bersama personel Kodim 1309/Manado membersihkan material bangunan. Mereka juga membantu warga memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa. Di Kota Bitung, satu SST dari Kodim 1310/Bitung bersama Yonif TP 916/BS turun membantu penanganan rumah rusak berat. Personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat pasca terjadinya gelombang tsunami kecil di pesisir Lembeh dan Kasawari.
Mirza berharap keberadaan prajurit TNI dapat membantu masyarakat korban bencana. Proses pemulihan wilayah bisa dilakukan dengan cepat melalui kerja sama terpadu. “Dengan keberadaan prajurit itu, masyarakat korban bencana bisa terbantu,” harap Mirza. Pemulihan pascagempa menjadi prioritas bersama antara TNI dan pemerintah daerah.
Selain evakuasi, personel TNI juga memantau situasi untuk mengantisipasi gempa susulan. Pendataan kerusakan terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran. Dapur lapangan dan posko kesehatan didirikan di lokasi pengungsian. Warga yang kehilangan rumah mendapat tenda dan logistik dasar.
Mirza menegaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah wujud nyata kepedulian. TNI berkomitmen tetap berada di lokasi hingga situasi pulih sepenuhnya. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah berjalan lancar. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Pemulihan wilayah Sulawesi Utara diharapkan berlangsung cepat dengan dukungan semua pihak.
“Baca Juga : Menteri Purbaya Tambah Rp100 Triliun Subsidi Energi“




Leave a Reply