Changan Andalkan Teknologi BlueCore HEV untuk Efisiensi BBM

Changan Andalkan Teknologi BlueCore HEV untuk Efisiensi BBM

nyingmavolunteer – China Changan Automobile Group kembali menelurkan inovasi terbarunya untuk memperkuat ekosistem kendaraan ramah lingkungan melalui kehadiran teknologi BlueCore HEV. Teknologi ini dinilai dapat membantu menghasilkan tingkat efisiensi bahan bakar yang cukup optimal. Dalam pengujiannya, kendaraan yang ditanamkan dengan teknologi ini dapat mencapai 2,98L/100 km untuk kendaraan sedan di area pengujian dalam kota.

“BlueCore HEV merupakan langkah strategis Changan dalam menghadirkan solusi mobilitas global. BlueCore HEV adalah solusi dari Tiongkok untuk mobilitas hybrid global,” kata General Manager China Changan Automobile Group, Zhao Fei melalui keterangan resminya, Selasa.

Arsitektur Teknologi Hybrid yang Terintegrasi

Menurut laporan dari perusahaan, teknologi ini merupakan solusi hybrid cerdas yang dirancang untuk menghadirkan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. Sistem ini dikenal sebagai iDE-H (intelligent Deep Electrification-Hybrid)—sebuah arsitektur yang mengutamakan “keseimbangan dan integrasi cerdas antara bahan bakar dan listrik,” berbeda dengan pendekatan tradisional yang masih “berbasis bahan bakar”.

Bahkan, perusahaan juga meyakini bahwa sistem ini dapat mengintegrasikan empat komponen inti sekaligus dalam satu sistem yang tidak memerlukan pengisian daya eksternal:

  • Mesin hybrid direct injection bertekanan tinggi 500Bar – Tekanan injeksi 500Bar adalah yang tertinggi di industri saat ini, 1,4 kali lipat dari standar 350Bar. Angka ini bahkan dua kali lipat dari tekanan injeksi milik Toyota (250Bar).
  • Motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar – Menggunakan struktur 3V high magnetic flux, motor ini memiliki efisiensi puncak hingga 98,1% dan daya puncak 180kW.
  • Baterai berperforma tinggi dengan standar keamanan tinggi – Baterai ini mampu melesatkan daya hingga 80kW (50C discharge rate), dua kali lipat dari kemampuan baterai hybrid Toyota (35kW).
  • Sistem kontrol cerdas berbasis AI cloud – “Otak” dari sistem ini mengintegrasikan algoritma hemat bahan bakar adaptif dan kontrol loop tertutup akselerasi untuk mengoptimalkan aliran daya dalam milidetik.

Investasi Besar di Balik Teknologi

China Changan Automobile Group membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menghasilkan teknologi ini. Perusahaan menyebutkan bahwa inovasi teknologi ini memakan waktu hingga enam tahun lamanya dengan melibatkan sekitar 1.000 insinyur di dalamnya.

Teknologi ini juga memakan biaya investasi sebesar 2 miliar yuan atau setara dengan Rp4,9 triliun. Teknologi ini mematenkan sekitar 163 teknologi, menjadikan BlueCore HEV sebagai terobosan teknis yang signifikan sekaligus tonggak penting bagi Changan untuk mobilitas masa depan.

Kenyamanan dan Keandalan yang Teruji

Teknologi ini tetap mengedepankan sisi kenyamanan bagi penggunanya. Perusahaan menghadirkan teknologi peredam suara canggih (ANC Active Noise Cancellation), kontrol penghentian piston, serta teknologi pembatalan gelombang suara untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih senyap. Hasilnya, pada kecepatan 60 km/jam, tingkat kebisingan di dalam kabin hanya 57 desibel—setara dengan percakapan normal dan jauh lebih hening dibandingkan mobil konvensional.

Dari segi keandalan, sistem ini telah melalui uji yang sangat ketat:

  • Uji keandalan kendaraan secara menyeluruh sejauh lebih dari 2 juta kilometer
  • Lebih dari 70 uji jalan khusus di berbagai permukaan
  • 350 jam uji bangku tanpa henti
  • Lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem

Sebagai bentuk kepercayaan diri atas kualitasnya, Changan memberikan garansi seumur hidup untuk komponen inti sistem HEV bagi pemilik pertama non-komersial.

Dampak pada Biaya Kepemilikan

Bagi konsumen, teknologi ini memberikan keuntungan finansial yang signifikan. Dengan konsumsi bahan bakar 2,98L/100 km untuk sedan (atau 3,98L/100 km untuk SUV):

  • Penghematan tahunan: sekitar 453 liter bahan bakar per tahun (asumsi 15.000 km)
  • Penghematan biaya dalam 6 tahun: hingga Rp36,6 juta (setara dengan 2,33 juta yuan berdasarkan asumsi harga BBM tertentu)
  • Premi asuransi lebih murah sekitar Rp1,6 juta per tahun dibandingkan mobil listrik murni
  • Nilai jual kembali (resale value) setelah 3 tahun diperkirakan lebih tinggi hingga Rp11,5 juta dibandingkan mobil listrik

Dengan kombinasi efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, dan keandalan yang teruji, BlueCore HEV diposisikan oleh Changan sebagai “solusi global hybrid dari Tiongkok” yang siap bersaing dengan raksasa hybrid seperti Toyota dan Honda di pasar internasional.

“Baca Juga : Jukir Aniaya Pemotor di Jakut, Polisi Bertindak

Yang Dayong: BlueCore HEV adalah Revolusi Efisiensi Energi dan Kecerdasan

Executive Vice President of Changan Automobile, Yang Dayong, menyampaikan bahwa teknologi BlueCore HEV merupakan sebuah revolusi dalam hal efisiensi energi dan kecerdasan secara menyeluruh. Pernyataan ini menegaskan bahwa Changan tidak sekadar mengikuti tren elektrifikasi, tetapi berusaha menciptakan lompatan teknologi yang fundamental.

“Arsitektur iDE-H (intelligent Deep Electrified Hybrid) yang baru dikembangkan oleh Changan berhasil mengatasi kendala utama pada teknologi HEV konvensional dan memungkinkan terwujudnya kemajuan dalam hal efisiensi bahan bakar, pengalaman berkendara, serta fungsionalitas cerdas,” ujar Yang Dayong.

Mengatasi Tiga Kendala Utama HEV Konvensional

Menurut Yang Dayong, teknologi HEV konvensional selama ini menghadapi tiga kendala utama yang berhasil dipecahkan oleh arsitektur iDE-H:

  1. Ketidakseimbangan antara efisiensi bahan bakar dan performa – Mobil hybrid konvensional seringkali mengorbankan performa akselerasi demi efisiensi. iDE-H menggunakan motor listrik berdaya tinggi (180kW) yang mampu memberikan torsi instan tanpa mengorbankan konsumsi BBM.
  2. Pengalaman berkendara yang kurang mulus – Perpindahan antara mode listrik dan mesin bensin pada hybrid konvensional sering terasa menyentak. iDE-H dilengkapi teknologi pembatalan gelombang suara dan kontrol penghentian piston untuk transisi yang halus dan kabin yang senyap.
  3. Keterbatasan fungsionalitas cerdas – Sebagian besar hybrid masih mengandalkan logika kontrol statis. iDE-H menggunakan sistem kontrol cerdas berbasis AI cloud yang dapat belajar dari pola berkendara pengguna dan kondisi jalan secara real-time.

Perbandingan dengan Teknologi Hybrid Lain

Dalam presentasinya, Yang Dayong secara implisit membandingkan BlueCore HEV dengan teknologi hybrid dari kompetitor:

ParameterBlueCore HEV (Changan)Hybrid Konvensional (Umum)
Tekanan injeksi500Bar250-350Bar
Efisiensi motor listrik98,1%92-95%
Discharge rate baterai50C (80kW)25C (35kW)
Noise kabin (60 km/jam)57 dB62-65 dB
Konsumsi BBM sedan2,98 L/100 km4,0-4,5 L/100 km

Yang Dayong menekankan bahwa keunggulan ini dicapai tanpa mengorbankan keandalan. “Setiap komponen telah melalui uji ketat lebih dari 2 juta kilometer dan 1.000 jam dalam kondisi ekstrem,” tambahnya.

Visi Masa Depan Changan

Dengan peluncuran BlueCore HEV, Changan menargetkan 80 persen penjualan kendaraannya di dalam negeri China berasal dari kendaraan energi baru (NEV) pada tahun 2030. Teknologi ini akan menjadi tulang punggung strategi global Changan untuk bersaing di pasar Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.

“BlueCore HEV adalah bukti bahwa Tiongkok tidak hanya mampu memproduksi kendaraan listrik, tetapi juga hybrid canggih yang dapat bersaing dengan teknologi terbaik dunia,” pungkas Yang Dayong.

“Baca Juga : Kementan-PU Optimalkan Air Cegah Kekeringan di Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *