nyingmavolunteer – Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memprediksi harga komputer pribadi (PC) baru akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun depan. Proyeksi ini muncul seiring kelangkaan komponen memori global yang semakin terasa, terutama pada jenis.
Dynamic Random-Access Memory (DRAM) yang menjadi bagian penting dalam perakitan PC modern. Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Gizmochina, IDC menilai faktor utama kenaikan harga adalah fenomena “memory supercycle”, yaitu lonjakan permintaan memori yang terjadi serempak di berbagai sektor teknologi.
Peningkatan permintaan tersebut dipicu beberapa tren besar yang muncul bersamaan. Pertumbuhan pesat server berbasis kecerdasan buatan (AI) menyebabkan kebutuhan memori meningkat tajam, karena model AI modern menuntut kapasitas lebih besar untuk pemrosesan data. Selain itu, kehadiran PC berfitur AI yang kini menjadi fokus produsen juga meningkatkan kebutuhan komponen memori berkinerja tinggi. IDC menambahkan bahwa gelombang pembaruan perangkat akibat berakhirnya masa dukungan sistem operasi Windows 10 turut memperbesar permintaan komponen PC baru, termasuk memori.
Di sisi lain, pasokan global belum mampu mengejar permintaan. Produsen memori menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas produksi dengan cepat karena proses manufaktur memori membutuhkan teknologi presisi tinggi dan investasi besar. Ketidakseimbangan antara permintaan dan suplai inilah yang menyebabkan harga memori global melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Menurut IDC, tren kenaikan ini belum menunjukkan tanda mereda dan diperkirakan terus berlanjut hingga memasuki tahun depan.
IDC juga mencatat bahwa kenaikan harga memori secara langsung berpengaruh pada biaya produksi PC. Komponen memori merupakan salah satu elemen yang paling menentukan dalam total biaya perakitan perangkat. Dengan meningkatnya harga DRAM dan jenis lainnya, produsen perangkat diperkirakan akan melakukan penyesuaian harga pada lini produk baru mereka. Beberapa produsen bahkan disebut sudah mulai mempersiapkan skenario kenaikan harga untuk model PC yang dirilis pada 2026.
Dalam konteks industri, kenaikan harga ini berpotensi menekan sebagian konsumen yang berencana melakukan pembaruan perangkat. Namun, di sisi lain, IDC menilai fenomena ini juga dapat mendorong inovasi di sektor manufaktur memori dan mempercepat investasi pada teknologi produksi generasi terbaru. “Kenaikan harga memori mencerminkan dinamika pasar yang semakin kompetitif dan tuntutan teknologi yang terus meningkat,” demikian analisis IDC.
Ke depan, konsumen diharapkan lebih cermat dalam menentukan waktu pembelian PC baru, mengingat proyeksi harga yang cenderung naik. Meski demikian, IDC menilai pasar PC akan tetap bergerak positif karena adanya kebutuhan pembaruan perangkat yang tidak bisa ditunda, terutama bagi sektor bisnis dan industri yang tengah melakukan migrasi sistem serta memperluas integrasi teknologi AI.
“Baca juga : Cara Baca Kode Aki Mobil agar Tak Salah Pilih Tipe”
KELANGKAAN MEMORI GLOBAL DIPERKIRAKAN MENEKAN INDUSTRI PERANGKAT TEKNOLOGI HINGGA 2026
Dampak kelangkaan komponen memori tidak hanya dirasakan pada pasar komputer pribadi (PC), tetapi juga merembet ke berbagai perangkat teknologi lain. Kartu grafis, ponsel pintar, hingga konsol gim genggam sama-sama bergantung pada ketersediaan memori, sehingga kenaikan harga komponen ini berpotensi memukul industri secara lebih luas. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan produsen global tentang biaya produksi yang semakin tidak stabil.
Sejumlah produsen PC besar seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan ASUS telah memberi sinyal bahwa pasar tengah memasuki fase yang menantang. Mereka melaporkan kenaikan biaya material dan potensi gangguan pasokan dalam beberapa bulan mendatang. Menurut laporan industri, beberapa pemasok mulai menyiapkan penyesuaian harga komponen dengan kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen pada paruh kedua 2026. Penyesuaian tersebut terkait perubahan kontrak jangka panjang serta meningkatnya biaya produksi memori.
Dalam proyeksinya, IDC memperkirakan pengiriman PC global dapat menurun sekitar 4,9 persen pada 2026. Penurunan ini berpotensi lebih dalam jika kelangkaan memori berlangsung lebih lama atau memburuk. Industri diperkirakan akan menghadapi ketidakpastian selama beberapa kuartal sebelum situasi pasokan kembali stabil. Kondisi ini memberi tekanan tambahan pada produsen perangkat yang selama ini mengandalkan pasar PC sebagai salah satu segmen utama pertumbuhan.
Meski demikian, produsen perangkat berskala besar berada pada posisi yang relatif lebih kuat. Dengan skala produksi yang besar dan hubungan jangka panjang dengan pemasok, mereka berpeluang mempertahankan harga produk tetap kompetitif meski terjadi kenaikan biaya. Sebaliknya, perakit PC kustom diprediksi akan merasakan dampak langsung karena kenaikan harga komponen satuan tidak dapat ditekan melalui efisiensi skala produksi.
“Baca juga : Unboxing Lenovo Yoga Slim 9i, Desain Mewah Kamera Unik”
Situasi ini juga berpotensi mempengaruhi adopsi PC berbasis kecerdasan buatan (AI). Beberapa standar dan fitur AI modern—termasuk persyaratan Copilot+ dari Microsoft—menuntut konfigurasi memori lebih tinggi agar dapat berjalan optimal. Dengan keterbatasan suplai memori, sebagian produsen diperkirakan akan menurunkan atau menyesuaikan kapasitas memori pada unit tertentu untuk menekan biaya. Hal ini dapat mengurangi performa AI yang menjadi nilai utama pada perangkat generasi terbaru.




Leave a Reply