Rumah Bos Wedding Organizer Ayu Puspita Digeruduk Ratusan Warga

Rumah Bos Wedding Organizer Ayu Puspita Digeruduk Ratusan Warga

nyingmavolunteer – Rumah bos wedding organizer Ayu Puspita digeruduk setelah muncul dugaan penipuan terhadap ratusan klien. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menjelaskan bahwa sekitar 200 korban menggeruduk rumah Ayu di Kayu Putih, Jakarta Timur. Massa datang untuk menuntut pertanggungjawaban atas layanan WO yang tidak terpenuhi.

Alfian menyebut bahwa para korban berkumpul di depan rumah Ayu sebelum polisi tiba di lokasi. Aparat segera bergerak untuk mengamankan situasi dan mencegah tindakan anarkis. Kondisi di sekitar rumah sempat memanas karena para korban merasa dirugikan dan ingin mendapatkan penjelasan langsung dari Ayu.

“Baca Juga: Komplotan Maling Beraksi di Ancol, Polisi Tangkap 5 Orang”

Polisi kemudian membawa Ayu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait laporan penipuan. Aparat juga menenangkan para korban dan meminta mereka mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk memastikan dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.

Polisi Amankan Ayu Puspita Usai Massa Geruduk Rumahnya

Polisi mengamankan Ayu Puspita setelah situasi di rumahnya kembali kondusif. Massa sebelumnya memadati kediaman bos wedding organizer itu karena dugaan penipuan layanan pernikahan. Setelah kericuhan terkendali, aparat membawa Ayu untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Polisi kemudian melimpahkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara sesuai laporan yang sudah masuk. Petugas memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terukur untuk menjaga keamanan warga dan korban.

“Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Dicopot Usai Umrah di Tengah Bencana”

Kasus Dilimpahkan dan Lima Orang Diperiksa Penyidik

Penyidik Polres Metro Jakarta Utara memeriksa Ayu Puspita bersama empat stafnya, yaitu HE, BDP, DHP, dan RR. Mereka diduga terlibat dalam praktik penipuan jasa wedding organizer yang merugikan puluhan calon pengantin. Para korban mengaku telah melunasi biaya layanan, namun fasilitas acara tidak disiapkan sesuai kesepakatan. Polisi terus mendalami keterangan para saksi dan korban untuk memastikan peran masing-masing terlapor dalam kasus tersebut. Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya korban tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *