Warga Cikarang Dikeroyok, Polisi Telusuri Dugaan Pelaku DPRD

Warga Cikarang Dikeroyok, Polisi Telusuri Dugaan Pelaku DPRD

nyingmavolunteer – Warga Cikarang dikeroyok bernama Fendy melapor ke polisi setelah mengaku menjadi korban pengeroyokan di sebuah restoran di Kabupaten Bekasi pada Rabu malam, 29 Oktober 2025. Ia menyebut bahwa insiden tersebut melibatkan belasan orang yang diduga merupakan rombongan seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial N.

Fendy datang ke restoran bersama beberapa rekannya sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah selesai makan, teman-temannya meninggalkan lokasi lebih dulu. Saat mengantar mereka ke depan restoran, ia merasa terganggu oleh sikap sopir anggota DPRD tersebut yang beberapa kali menatapnya tajam. Pandangan itu membuatnya merasa tidak nyaman dan menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatannya.

“Baca Juga: Tiga Eks Direksi ASDP Direhabilitasi, KPK Lanjutkan Penyidikan”

Ia kemudian kembali masuk ke dalam restoran untuk menunggu jemputan. Menurut Fendy, sopir yang sama mengikutinya dari belakang sehingga ia memutuskan untuk mendekati N guna meminta penjelasan mengenai sikap sopir itu. Fendy menirukan pertanyaannya kepada N dan berharap mendapatkan klarifikasi langsung.

Namun, suasana justru berubah tegang setelah rombongan N berdiri dan menghampirinya. Ia mengaku bahwa momen tersebut menjadi awal terjadinya pengeroyokan yang membuatnya harus melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Fendy mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan lengkap mengenai insiden yang dialaminya. Pihak kepolisian kini mulai menelusuri dugaan keterlibatan anggota DPRD dan rombongannya dalam insiden tersebut.

Korban Akui Dikeroyok Belasan Orang Rombongan DPRD

Fendy menjelaskan bahwa situasi berubah cepat ketika N tiba-tiba berdiri dan berlari ke arah mejanya bersama rombongannya. Ia menyebut ada sekitar 14 orang yang langsung mengerumuninya. Menurut Fendy, N sempat menuduh dirinya menantang sebelum pengeroyokan dimulai. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya meminta penjelasan terkait sikap sopir yang terus menatap tajam.

Fendy mengaku menerima pukulan pertama dari N, lalu diserang bertubi-tubi oleh anggota rombongannya. Ia menyebut ada pelaku yang memukul dengan tangan kosong, sementara lainnya menggunakan benda di sekitar lokasi. Ia menuturkan bahwa sebagian pelaku memukulnya dengan botol, kursi, dan menendangnya secara bergantian. Kondisi memanas membuat sekuriti restoran mengevakuasinya ke dapur dan musala belakang untuk menghindari pengejaran. Sekuriti meminta Fendy tetap bersembunyi hingga situasi benar-benar aman.

“Baca Juga: Dua Polisi Diperiksa Terkait Kematian Ayah Tiri Alvaro Kiano”

Luka Serius dan Harapan Korban agar Pelaku Diproses Hukum

Akibat pengeroyokan itu, wajah Fendy mengalami luka robek dan mengeluarkan darah. Matanya membengkak dan kepalanya memar akibat hantaman benda tumpul. Ia mengaku mengenali N karena beberapa kali melihatnya datang ke restoran yang sama bersama rombongan. Kondisi cedera membuatnya segera melapor ke Polda Metro Jaya pada 30 Oktober 2025.

Fendy mengatakan penyidik telah menginformasikan bahwa kasusnya dilimpahkan ke Polresta Bekasi untuk penyelidikan lebih lanjut. Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan para pelaku ditindak sesuai aturan. Fendy menegaskan bahwa ia hanya ingin mencari keadilan dan meminta agar pihak berwenang mengadili seluruh pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *