- nyingmavolunteer – Anda tertarik berkunjung ke Museum Nasional Indonesia tapi ingin menghemat biaya? Ternyata, ada kabar baik! Pengunjung bisa memasukinya dengan gratis lewat programย Aramsaย yang diadakan oleh pengelola museum.
“Jadi, Aramsa itu gratis ke museum setiap Rabu minggu kedua, mulai jam 4 sore,” kata Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) Indira Estiyanti Nurjadin ditemui di sela pembukaan pameran Numismatik dan Pendar di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Dengan program ini, semua pengunjung tanpa terkecuali bisa berkunjung tanpa dibatasi kategori usia dan latar belakang tertentu. Selama empat jam, yakni dari pukul 16.00 hingga 20.00 WIB, pengunjung bisa mengeksplorasi Museum Nasional Indonesia. Saat ini museum menambah jumlah pamerannya dengan ruang Numismatik dan ruang Pendar.
๐ถ Cara Mendapatkan Akses Gratis
“Nggak nge-war, datang aja. Kalau nge-war itu kan ada kuota ya, ini enggak ada. Pokoknya datang aja di jam itu,” ujar perempuan yang akrab disapa Esti.
Mekanisme ini sangat berbeda dengan program open house museum lain yang biasanya mewajibkan registrasi daring (online booking) yang seringkali penuh. Pengunjung cukup datang langsung ke loket pada jam operasional Aramsa.
โณ Batasan Waktu di Ruang Khusus
Meskipun akses ke museum utama gratis, ada beberapa ruang tertentu di dalam museum yang waktu kunjungannya dibatasi, yaitu:
- Pameran Numismatik: Menghadirkan koleksi uang dari zaman kerajaan hingga pasca-kemerdekaan.
- Pameran Pendar: Menampilkan koleksi lampu kuno hingga era kolonial.
“Kalau enggak dihitungin (waktu kunjungannya), nanti ngatur flow-nya kan susah. Jadi, kita bikin 30 menit (maksimal) ,” imbuh Esti. Batasan ini diberlakukan untuk mengatur jumlah pengunjung di ruang pameran yang populer dan mencegah kepadatan yang mengganggu kenyamanan.
๐ฐ Harga Tiket Normal (Di Luar Program Aramsa)
Jika Anda datang di luar jam program Aramsa (Senin, Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, serta Rabu di minggu pertama, ketiga, dan keempat), berikut harga tiket yang berlaku mulai 2026:
| Kategori Pengunjung | Harga Tiket |
|---|---|
| Dewasa (WNI) | Rp 50.000 |
| Pelajar (WNI) | Rp 30.000 |
| Anak di bawah 3 tahun | Gratis |
| Turis Asing | Rp 150.000 |
| Pemegang KITAS | Rp 50.000 |
| Tiket Imersifa (Akses ke wahana Imersif) | Rp 35.000 (di luar tiket masuk) |
Catatan: Harga tiket untuk turis asing mengalami kenaikan menjadi tiga kali lipat dari harga sebelumnya (yang sempat viral di media sosial). Tiket Imersifa dijual terpisah dan tidak termasuk dalam program gratis Aramsa.
๐ Jam Operasional Museum (Regular)
Museum Nasional Indonesia buka dari hari Selasa hingga Minggu (Senin tutup). Jam operasional reguler adalah pukul 08.00 – 16.00 WIB. Program Aramsa hanya berlaku pada Rabu minggu kedua setiap bulan di luar jam reguler (pukul 16.00-20.00). Pastikan untuk mengecek kalender sebelum datang agar tidak salah hari.
“Baca Juga : Menkop: SPBUN Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan“
Rayakan 248 Tahun, Museum Nasional Indonesia Buka Lomba Menulis Surat Cinta, Pemenang Diumumkan 18 Mei 2026
Tepat pada Jumat, 24 April 2026, Museum Nasional Indonesia berusia 248 tahun. Berdiri sejak tahun 1778 sebagai lembaga kebudayaan dan ilmu pengetahuan di era kolonial Batavia, museum yang akrab disapa “Gedung Gajah” ini memasuki usia yang sangat matang. Serangkaian kegiatan spesial dihadirkan untuk merayakan ‘ruang pamer’ sejarah Indonesia ini.
๐ Lomba Menulis Surat Cinta untuk Museum
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah ajakan kepada masyarakat untuk mengirimkan surat cinta untuk Museum Nasional Indonesia. Berbeda dengan tren modern yang serba digital, pihak museum secara sengaja memilih metode ini untuk membangkitkan sensasi nostalgia dan menghargai artefak fisik.
Surat tersebut wajib dituliskan di kartu pos (bisa kartu pos polos atau bergambar) dan diposkan secara manual dengan perangko ke alamat Museum Nasional Indonesia. Panitia akan memilih 20 surat cinta terbaik yang menyampaikan harapan, kritik membangun, atau kesan mendalam selama berkunjung ke museum.
๐๏ธ Alasan Format Analog (Kertas & Perangko)
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin (Esti), menjelaskan filosofi di balik pilihan format ini.
“Kenapa formatnya tidak melalui social media content? Karena menurut saya, museum itu kan banyak material culture yang fisik ya, yang harus dipegang. Jadi, saya rasa menggunakan kertas, kartu pos, ditulis dan dipegang, pakai perangko itu seperti kembali ke analog. Itu sesuatu yang saya rasa harus dicoba diingatkan lagi ke generasi yang sekarang,” ujar Esti pekan lalu.
Dengan metode ini, museum tidak hanya mengoleksi surat, tetapi juga mengoleksi jejak tulisan tangan dan perangko yang tak kalah bernilai sebagai dokumen sejarah mikro di masa depan.
๐ Jadwal dan Pengumuman Pemenang
Kontes menulis surat cinta ini akan berlangsung hingga tanggal 18 Mei 2026, yang bertepatan dengan peringatan Hari Museum Internasional. Ini memberi waktu sekitar tiga minggu bagi masyarakat untuk merenung dan menulis.
Tema surat bebas, namun isinya diharapkan mencerminkan kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya. Nantinya, sekitar dua minggu setelah 18 Mei (diperkirakan awal Juni 2026), nama 20 pemenang akan diumumkan melalui situs resmi dan media sosial Museum Nasional Indonesia. Hadiah yang diberikan tidak disebutkan secara rinci, namun dipastikan akan terkait dengan merchandise eksklusif museum dan tur khusus ke area konservasi koleksi yang biasanya tidak dibuka untuk umum.
๐ฎ Alamat Pengiriman Surat
Masyarakat dapat mengirimkan kartu pos surat cinta ke alamat berikut:
Museum Nasional Indonesia
Jl. Medan Merdeka Barat No.12
Jakarta Pusat, 10110
Jangan lupa untuk menempelkan perangko yang cukup dan mencantumkan alamat pengirim yang jelas di bagian belakang amplop/kartu pos agar panitia dapat mengirimkan notifikasi jika terpilih sebagai pemenang. Mari rayakan ulang tahun Museum Nasional dengan cara yang unik dan berkesan! ๐๏ธโ๏ธ๐
“Baca Juga : Realme C100 Rilis 7 Mei, Uji Baterai 8.000 mAh“




Leave a Reply